SBY-AHY-Ibas Bergantian Jaga Eyang Habibah
Ibunda Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Siti Habibah masih mendapatkan perawatan intensif dari dokter
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Ibunda Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Siti Habibah masih mendapatkan perawatan intensif dari dokter di ruang ICU Mitra Cibubur. Eyang Habibah demikian sapaan Ibunda SBY itu, dibawa ke RS Mitra Cibubur sejak Kamis (8/8) petang yang lalu.
SBY bersama anak-anaknya juga bergantian menemani Eyang Habibah di RS Mitra Cibubur. Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan semua anak-anak SBY juga menantunya ikut menjaga Eyang Habibah.
Baca: Rachmawati Menangis Bicara UUD 1945: Ini Kata Try Sutrisno soal Amandemen Melenceng
"Pak SBY, mas AHY dan mas EBY beserta mantu pak SBY mba Anissa (Pohan) dan Aliyah (Rajasa) selalu bergantian menemani eyang Habibah di RS. Setiap hari selalu ditemani," ujar Ferdinand Hutahaean, Senin(12/8).
Menurut Ferdinand usia Eyang Habibah memang sudah sangat sepuh. Hal itu menurutnya yang menjadi penyebab kenapa Eyang Habibah dirawat di RS Cibubur. "Selama ini memang sudah berkurang jauh kesehatannya karena faktor usia semata. Tidak ada sakit khusus atu tertentu. Jadi kalau dibilang sakit, ya sakit tua. Sudah sepuh," jelasnya.
Ferdinand menjelaskan kini kondisi kesehatan Eyang Habibah sudah stabil, meskipun masih dirawat di ICU. "Sudah stabil. Meskipun dalam kondisi masih belum bisa berinteraksi," ucapnya.
Baca: KPK Bidik Anak I Nyoman Dhamantra
Sementara itu Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon mengatakan SBY membatalkan pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo karena sedang fokus mengurus ibundanya.
"Belum, belum (bertemu Jokowi-red), karena ibunya Pak SBY lagi sakit, sudah senja, sudah sepuh, lagi di rumah sakit ini. Pak SBY fokus merawat eyang Siti Habibah, ibu kandung beliau," katanya.
Jansen mengungkapkan, hingga saat ini belum mengetahui kapan waktu yang tepat terkait pertemuan SBY dengan Jokowi. Namun, dia memastikan, kedua tokoh bangsa itu tetap akan bertemu.
"Tapi yang pasti kan kewajiban Partai Demokrat pasca-pemilu untuk membuat Indonesia teduh kembali kan sudah kita jalankan, yang penting itu kan," ujarnya.
Sedangkan mengenai kursi menteri, Jansen menambahkan, hal itu merupakan kewenangan sepenuhnya Jokowi yang terpilih untuk kali kedua itu. "Tugas Partai Demokrat, tugas Pak SBY menurunkan tensi pasca-pemilu, membuat Indonesia teduh, rukun, itu sudah dijalankan," katanya.
Baca: Gerindra Setuju Awasi Media Digital: Begini Kata Fadli Zon
Sebelumnya, rencana pertemuan antara SBY dan Jokowi pada Agustus ini disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan beberapa waktu lalu. Dia mengatakan bahwa SBY akan kembali aktif di dunia politik Tanah Air dengan melakukan kunjungan-kunjungan ke para elite politik.
"Pak SBY sudah memberikan penegasan, beliau akan aktif kembali, sekali pun mengamati kondisi terkini tentunya akan menjadi komunikasi-komunikasi dengan presiden tepiilih dan diyakini akan dilakukan dalam waktu yang tidak lama lagi, katakanlah awal Agustus," ujarnya. (Tribun Network/mal/wly)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ibunda-sby-sakit-demokrat-eyang-habibah-dalam-penanganan-dokter-dan-mendapatkan-perawatan-intensif.jpg)