Renungan Harian Keluarga

“Perjuangan Kaum Perempuan Mendobrak Tradisi Ketidakadilan”

Manusia adalah mahkluk sosial yang hidup dan berinteraksi dengan komunitasnya. Dimana pun ia berdomisili, pasti akan bersentuhan

“Perjuangan Kaum Perempuan Mendobrak Tradisi Ketidakadilan”
Netralnews.com
Alkitab 

MTPJ 11 – 17 Agustus 2019

TEMA BULANAN :“Peran Gereja Dalam Menghadirkan Tanda-tanda Kerajaan Allah”
TEMA MINGGUAN :“Perjuangan Kaum Perempuan Mendobrak Tradisi Ketidakadilan”
BACAAN ALKITAB : Bilangan 27:1-11

ALASAN PEMILIHAN TEMA
Manusia adalah mahkluk sosial yang hidup dan berinteraksi dengan komunitasnya. Dimana pun ia berdomisili,  pasti akan bersentuhan dengan budaya atau adat istiadat  masyarakat setempat (tradisi). Budaya masyarakat yang bermanfaat  perlu dijaga dan dipelihara kelestariannya.

Holly Bible (Alkitab)
Holly Bible (Alkitab) (The Hufffingron Post)

Sebaliknya jika merusak tatanan hidup yang harmoni harus dihentikan seperti halnya budaya patriarki. Budaya ini menempatkan laki-laki sebagai pemegang kekuasaan utama dan mendominasi peran kepemimpinan politik, otoritas moral, hak sosial dan penguasaan yang berkaitan dengan kepemilikan. Posisi sosial laki-laki berada lebih tinggi dari pada kaum perempuan. Akibatnya banyak perempuan mengalami kekerasan dalam rumah tangga  (KDRT) dan masyarakat seperti kekerasan seksual, fisik dan psikis.

Sistem patriarki ini sangat merugikan, menyengsarakan dan menindas kaum perempuan. Untuk itu perlu ada upaya mengubah paradigma berpikir masyarakat melalui institusi strategis seperti lembaga agama, pendidikan, media masa dan keberanian dari kaum perempuan sendiri dalam mendobrak tradisi yang memarginalkan dirinya dari stigma sosial (pelabelan negatif) baik oleh dirinya sendiri maupun orang lain.

Kalau bukan perempuan, gereja, pendidikan, media dan masyarakat, maka siapa lagi yang akan memperjuangkan keadilan bagi perempuan sesuai dengan citranya yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Imago Dei)

Hakekat penciptaan sebagai “Imago Dei” menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kesetaraan yang saling melengkapi dan bukan saling mendominasi (menguasai)  apalagi mengintervensi. Oleh karena itu  tema minggu ini adalah “Perjuangan Kaum Perempuan Mendobrak Tradisi  ketidakadilan”.

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Bangsa Israel dipersiapkan untuk memasuki tanah Kanaan yang dijanjikan Tuhan. Dalam persiapannya, maka salah satu isu penting yang dipersoalkan adalah warisan bagi anak perempuan dan pembagian tanah.

Zelafehad memiliki lima anak perempuan dan tidak memiliki anak laki-laki. Nama mereka adalah Mahla, Noa, Hogla, Milka dan Tirza. Anak-anak perempuan Zelafehad, keturunan Manasye bin Yusuf ini memperjuangkan hak waris atas tanah ayah mereka. Mereka berdiri di depan Musa, Imam Eleazar, para pemimpin dan segenap umat di dekat pintu kemah pertemuan untuk memperjuangkan hak mereka.

Kemah pertemuan adalah kemah Musa yang menjadi tempat suci sementara yang didirikan di padang gurun. Disebut kemah pertemuan karena orang harus pergi ke sana dan meminta petunjuk kepada Tuhan. Di tempat pertemuan itu para pemimpin beserta umat membawa permasalahan mereka dan membahasnya (ayat 1,2). Awan yang menggambarkan kehadiran Tuhan diyakini  tetap berada di pintu masuk kemah itu. Di sana Musa masuk dan berkomunikasi dengan Tuhan.

Halaman
1234
Editor: Aswin_Lumintang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved