Premi Restrukturisasi Himpun Rp 271 Triliun
Peraturan Pemerintah (PP) terkait premi restrukturisasi perbankan saat ini sudah berada di tangan Presiden Joko Widodo
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Mengacu pada laporan keuangan, Bank Mandiri tercatat paling besar menggelontorkan kredit secara afiliasi. Per Juni 2019, total kredit bank berkode saham BMRI itu kepada pihak berelasi yakni pemerintah serta BUMN dan anak-anaknya mencapai Rp 178,95 triliun. Jumlah tersebut naik 11,3%, dari Rp 160,72 triliun pada Desember 2018. Bank Mandiri tidak merinci ke BUMN mana saja pinjaman terbesar mengalir. Yang jelas, jumlah tersebut setara 21,4% dari total kredit Bank Mandiri yang sebesar Rp 835,1 triliun.
Sementara Bank BNI memiliki outstanding pinjaman sebesar Rp 106,52 triliun kepada afilliasinya, atau 19,3% dari total portofolio kredit sebesar Rp 549,23 triliun per Juni 2019. Angka itu menurun tipis dibandingkan akhir 2018 yang tercatat Rp 107,4 triliun.
Jumlah kredit terbesar disalurkan BNI ke PLN sebesar Rp 17,18 triliun atau dari
Rp 14,4 triliun akhir tahun lalu. Rasio kredit bermasalah atawa non performing loan (NPL) BNI turun menjadi 1,8% pada semester I 2019 dari 1,9% semester I 2018.
Adapun BRI memiliki outstanding kredit kepada BUMN sebesar Rp 115 triliun per Juni 2019. Haru Koesmahargyo, Direktur Keuangan BRI mengatakan, pinjaman tersebut sekitar 3% dari total kredit BRI. Bank ini tapi masih belum menyampaikan laporan keuangan kuartal II 2019 hingga saat ini.
Namun, menurut Haru beban yang ditanggung BRI terhadap perusahaan BUMN masih stabil. "Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) masih stabil di kisaran 1%," katanya, Selasa (30/7).
Secara umum, BRI menyatakan tidak memiliki masalah terkait Batas Maksimal Pemberian Kredit (BMPK) yang dibatasi sebesar 30%. Menurut Haru, ruang bagi BRI menyalurkan kredit ke afiliasinya masih besar.
Adapun jumlah modal inti BRI yang mencapai Rp 190 triliun. Haru mengungkapkan, potensi penyaluran kredit BRI kepada perusahaan-perusahaan BUMN di separuh kedua 2019 ini masih cukup besar khususnya di sektor energi dan infrastruktur. (Dina Mirayanti Hutauruk
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/mata-uang-rupiah.jpg)