Menlu RI Selamat dari Bom Thailand: Begini Cerita KBRI Bangkok
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno LP Marsudi dan delegasi Indonesia dalam KTT ASEAN dalam kondisi baik dan aman
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno LP Marsudi dan delegasi Indonesia dalam KTT ASEAN dalam kondisi baik dan aman, setelah serangkaian bom meledak di dekat pelaksanaan pertemuan para menteri luar negeri ASEAN dan 9 negara mitra itu, pada Jumat (2/8).
"Beliau (Menlu Retno) dan delegasi dalam kondisi baik," ujar Plt Juru Bicara Kemenlu RI Teuku Faizasyah saat dihubungi Tribun, Jumat (2/8).
Teuku Faizasyah menuturkan, saat kejadian Menlu Retno dan delegasi RI yang berjumlah sekitar 10 orang, berada 500 meter dari tempat ledakan. Ia mengatakan, saat ini mantan Dubes RI untuk Belanda itu dan delegasi tetap melanjutkan sejumlah kegiatan di ASEAN Ministerial Meeting .
Baca: Gempa 7,4 SR Guncang Banten: Pengunjung Mal Berhamburan, Operasional MRT Sempat Terhenti
"Masih berada di sana (Bangkok) dan kini mengikuti sidang," ujar dia.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok juga melaporkan tak ada korban jiwa yang jatuh dari Warga Negara Indonesia (WNI) saat sejumlah bom meledak di tengah-tengah pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN. "Sejauh ini tidak ada WNI yang menjadi korban (ledakan)," tulis keterangan KBRI Bangkok.
Dalam keterangan tersebut dinyatakan, pihak keamanan setempat sedang meningkatkan kewaspadaan dan keamanan serta melakukan investigasi, mengingat saat bersamaan, tengah berlangsung ASEAN Ministerial Meeting.
ASEAN Ministerial Meeting dihadiri 10 (sepuluh) Menteri Luar Negeri negara ASEAN 9 (Sembilan) dan negara mitra yaitu Amerika Serikat, Republik Rakyat Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, Uni Eropa, Inggris dan India.
Baca: PASCA Gempa di Banten, Sebagian Warga Sudah Mengungsi, Basarnas Siap Siaga Hadapi Dampaknya
"Dilaporkan ada 3 (tiga) petugas kebersihan terluka akibat ledakan. PM Prayut telah mengutuk ledakan dan memerintahkan peningkatan keamanan dan investigasi atas ledakan," lanjut keterangan dari KBRI Bangkok.
KBRI Bangkok terus memantau situasi dan mengimbau agar WNI di Bangkok dan Thailand pada umumnya agar meningkatkan kewaspadaan, menghindari daerah pusat keramaian dan terus berkomunikasi dengan sesama WNI serta menghubungi hotline KBRI Bangkok jika diperlukan.
Menlu AS Pidato
Ledakan-ledakan bom kecil tersebut, seperti dilansir kantor berita AFP, terjadi sebelum Menlu AS Mike Pompeo menyampaikan pidato di KTT ASEAN tersebut. Pemerintah Thailand menyerukan media untuk menghindari spekulasi mengenai motif rangkaian pengeboman ini.
Juru bicara pemerintah Thailand, Narumon Pinyosinwat mengatakan, Perdana Menteri (PM) Prayut Chan-O-Cha mengecam insiden pengeboman ini dan memerintahkan penyelidikan segera. Ditambahkannya, langkah-langkah keamanan telah diperketat usai teror bom ini.
"Sekelompok orang yang berniat buruk telah menghasut kekerasan saat pemerintah mendorong negara untuk maju," demikian statemen yang dirilis kantor PM Prayuth seraya mengimbau publik untuk tidak panik dan bekerja sama dengan otoritas dalam penyelidikan rentetan pengeboman ini.
"Kita harus menunjukkan upaya bersama kita untuk memerangi mereka yang berniat membahayakan negara," tambahnya.
Sementara itu polisi menyatakan, pelaku bom di Bangkok, Thailand, dan terjadi ketika pertemuan Organisasi Asia Tenggara (ASEAN) ditangkap. Total terdapat tujuh bom yang diketahui oleh polisi, dengan enam di antaranya meledak di tiga lokasi, dan menyebabkan empat orang mengalami luka-luka.
Baca: Pengucapan Syukur Tradisi Lama Minahasa Berkembang Mengikuti Zaman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/bom-bangkok_1.jpg)