Gempa 7,4 SR Guncang Banten: Pengunjung Mal Berhamburan, Operasional MRT Sempat Terhenti
Sejumlah pengunjung mal Botani Square di Bogor, Jawa Barat berhamburan ke luar gedung karena merasakan gempa
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, BOGOR – Sejumlah pengunjung mal Botani Square di Bogor, Jawa Barat berhamburan ke luar gedung karena merasakan gempa dengan magnitudo 7,4, Jumat malam. Para pengunjung mulai merasakan getaran pukul 19.03 WIB. Mereka yang berada di lantai atas lantas berbondong-bondong turun menggunakan eskalator mengarah ke pintu ke luar.
Seperti diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami menyusul gempa bumi yang terjadi pada Jumat malam pukul 19.03 dengan pusat gempa di 147 km Barat Daya Sumur Banten dengan kedalaman 10 km.
Baca: PERINGATAN BMKG, Tetap Waspada Peringatan Dini Potensi Tsunami Belum Berakhir
Dari situs inatews.bmkg.go.id sejumlah daerah yang dimintai untuk waspada antara lain di sebagian Banten, Bengkulu, Jawa Barat dan Lampung. Syaeful Rochman (28) warga Bogor yang ikut lari ke luar bangunan mal dengan menggendong anaknya yang berusia satu tahun karena mengaku khawatir peristiwa buruk terjadi jika ia tetap berada di dalam mal.
"Kenceng sekali terasa goyangnya. Ngeri kalau terus di dalam karena kan bangunan bertingkat, jadi lebih baik kita lari ke luar menghindar kejadian buruk," ujarnya.
Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Muhammad Kamaludin mengatakan operasional transportasi Mass Rapid Transportation (MRT) sempat terhenti akibat gempa sebesar 7,4 M yang terasa sampai Jakarta.
"Jadi sesuai SOP kami, operation center kami mendeteksi gempa di sensor kami dan sementara menghentikan operasional MRT di platform," kata Kamaluddin ketika dihubungi di Jakarta, Jumat.
MRT yang ada di stasiun, menurut Kamaluddin dihentikan terlebih dahulu di platform selama 10 menit 43 detik hingga gempa selesai untuk kemudian dilanjutkan kembali. "Sekarang sudah normal kembali," katanya.
Baca: Pengucapan Syukur Tradisi Lama Minahasa Berkembang Mengikuti Zaman
Gempa yang terjadi di daerah Banten sempat terekam oleh seismograf di Pos Pengamatan Gunung Api Tangkuban Parahu. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Tangkuban Parahu, Ilham Mardi Karyanta di Bandung, Jumat malam, mengatakan saat gempa, seismograf menunjukkan tremor yang melebihi skala. "Iya terekam (oleh seismograf) di sini," kata Ilham di Pos Pengamatan Gunung Api Tangkuban Parahu.
Ketua Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Banten Ade Ervin menyebutkan seluruh pantai di wilayah Selatan Banten hingga satu jam lebih pascagempa masih tetap aman dan tidak ada kenaikan atau air laut yang surut.
"Saya posisi saat ini di pantai Carita. Informasi yang kami terima dari seluruh relawan Balawista di Pesisir Selatan Banten, kondisi saat ini tidak terjadi kenaikan air laut," kata Ade Ervin saat dikonfirmasi Antara di Serang, Jumat sekitar pukul 20.23.
Warga pesisir selatan Kabupaten Lebak, Banten mengungsi ke lokasi dataran tinggi untuk menghindari bencana gempa dan tsunami pascagempa berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR).
"Kami bersama warga berlarian ke gunung setelah merasakan getaran besar," kata Edi, seorang warga Bayah saat dihubungi dari Rangkasbitung, ibu kota Kabupaten Lebak, Jumat (2/8) malam. Masyarakat pesisir pantai Bayah mengungsi ke lokasi-lokasi aman dari ancaman gempa dan tsunami.
Mereka berlarian ke dataran tinggi dengan berjalan kaki juga menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Saat ini, masyarakat belum berani kembali ke rumah masing-masing karena khawatir terjadi gempa susulan.
Sejumlah warga Depok Jawa Barat juga panik dan berhamburan ke luar rumah ketika merasakan gempa. "Saya panik lah terus langsung ke luar rumah dan ternyata sudah banyak warga lainnya juga ke luar rumah," kata Ani seorang warga Cilodong Depok, Jumat malam.
Ia bersama dua orang anaknya langsung berusaha menenangkan anaknya yang masih duduk dibangku sekolah dasar. "Anak saya juga panik teriak-teriak gempa...gempa...dan langsung saya ajak ke luar rumah," ujarnya.
Baca: Atlet Bridge Sulut Jadi Andalan Indonesia di Kejuaraan-kejuaraan Dunia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/panik-rasakan-gempa_1.jpg)