Selasa, 21 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Menlu RI Selamat dari Bom Thailand: Begini Cerita KBRI Bangkok

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno LP Marsudi dan delegasi Indonesia dalam KTT ASEAN dalam kondisi baik dan aman

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
kompas.com
Aparat Thailand memeriksa korban aksi bom di Bangkok. 

Dua pelaku bom Thailand itu ditangkap setelah kabel dan bantalan bola ditemukan dalam alat tidak aktif di luar markas polisi Kamis malam (1/8), dan disebut berkaitan.

Kepala Polisi Jakthip Chaijinda menuturkan dua pelaku berasal dari "Selatan Dalam". Yakni kawasan mayoritas Muslim yang punya sejarah 15 tahun pemberontakan. "Namun, terlalu awal jika menyebut kejadian itu ada hubungannya dengan pemberontakan," ujar Chaijinda.

Thailand yang mempunyai sejarah suram terkait kekerasan politik dan memerangi pemberontakan di wilayah selatan masih terbagi sejak pemilu kontroversial yang mengembalikan junta militer ke tampuk kekuasaan Maret lalu.

Jika ditemukan adanya koneksi tentang ledakan bom ke pemberontakan bakal menjadi alarm di Thailand yang masih belum menengkang konflik yang menelan 7.000 orang tewas.

Ledakan di Bangkok diyakini merupakan usaha untuk mempermalukan pemerintah selama jadi tuan rumah pertemuan ASEAN tanpa bermaksud menimbulkan korban besar.

Sebab, Konferensi Menteri Luar Negeri ASEAN itu juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) MIke Pompeo di mana ledakan bom terjadi jelang pidato utamanya. Piranti kecil, dikenal juga sebagai "bom ping pong" karena ukurannya sebesar bola tenis meja, meledak di sejumlah lokasi. Namun tidak ada yang mendekati lokasi pertemuan.

"Menurut laporan, bom ping pong itu disembunyikan di semak-semak dekat jalan," ujar Direktur Distrik Suanluang Renu Suesattaya, tempat di mana bom pertama ditemukan. Total terdapat enam peledak yang meletus di tiga lokasi.

Polisi menyatakan sebenarnya terdapat tujuh bom. Namun satu bom ditemukan dan dijinakkan. Total empat korban terluka. Mereka semua diberitakan sudah dilarikan ke Pusat Medis Erawan.

Tidak ada dari para korban yang mengalami luka serius. Kejadian tersebut tak pelak memunculkan kembali memori kelam terkait perhelatan terakhir Thailand di konferensi negara se-Asia Tenggara itu 2009 silam.

Kala itu, demonstran pro-demokrasi yang disebut sebagai " faksi massa kaus merah" merangsek menuju lokasi pertemuan ASEAN di Pattaya dan mendesak adanya pemilu. Kekacauan pun terjadi, dengan sejumlah pemimpin harus diungsikan menggunakan helikopter militer Thailand. Sementara ada yang dievakuasi dengan perahu.(Tribun Network/rin/kps/wly/afp)

Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved