Manado Fiesta 2019
Pengucapan Syukur Tradisi Lama Minahasa Berkembang Mengikuti Zaman
Daerah di Sulut ramai-ramai menghelat acara bertajuk pengucapan syukur. Kota Manado misalnya akan menggelar pengucapan syukur, Minggu (4/8/2019)
Penulis: Ryo_Noor | Editor: David_Kusuma
Pengucapan Syukur Tradisi Lama Minahasa Berkembang Mengikuti Zaman
TRIBUNMANADO. CO. ID, MANADO - Daerah di Sulut ramai-ramai menghelat acara bertajuk pengucapan syukur. Kota Manado misalnya akan menggelar pengucapan syukur, Minggu (4/8/2019) bagian dari rangkaian Manado Fiesta
Dr Ivan Kaunang, Pakar Sejarah Universitas Sam Ratulangi mengungkapkan, sejarahnya pengucapan syukur itu sebuah tradisi komunal, sudah ada bahkan sebelum agama Kristen masuk.
Dulu di desa-desa di Minahasa sudah dilakukan, dan itu hal biasa
Contohnya ritual rumages, dalam banyak aspek, misal menolak bala di desa, ada musibah atau penyakit. Membuat ritual untuk ucapan syukur.
Contoh lainnya, Tonaas Menanalingan ritual mendengar suara burung. Kemudian ada syarat-syarat dipenuhi. Misalnya menyiapkan binatang hutan, kemudian seluruh orang di desa makan bersama dari pagi hingga sebelum matahari terbenam
Sebelumnya juga sudah ada, ucapan syukur karena panen padi, kepercayaan lama disebut maengket.
BERITA POPULER:
> AUREL AINI Anggota Paskibra Mendadak Meninggal dengan Tubuh Lebam, Keluarga Sebut Ada yang Janggal
> VIRAL Aksi Tak Senonoh Sepasang Muda-mudi Bermesraan di KRL Hingga Lakukan Ini, PT KCI Angkat Bicara
> Syahrini Ulang Tahun, Begini Potret Pesta Ulang Tahunnya yang Dihadiri Luna Maya
Istilahnya saat ada padi baru (panen) orang akan bernyanyi dan menari sebagai bentuk syukur bergembira kepada Opo Empung karena dianugerahkan padi baru.
Pada kepercayaan lama, sebelum ada padi baru, belum bisa melakukan maengket
Pada perkembangannya, masuk agama Kristen, sebenarnya tradisi agama Kristen di perjanjian baru, tidak jauh beda dengan kepercayaan lama orang Minahasa
Kaitan dengan daur hidup atau siklus hidup sudah tradisi mengucap syukur
Subscribe Youtube Tribun Manado:
Sejak anak masih di kandungan, lahir, bertumbuh besar, menikah, rumah tangga bertahan lama, hingga mati, diperingati itu lewat ucapan syukur.
Agama lama dan agama baru, konteksnya sama yakni mengucap syukur, tapi dengan nama berbeda
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/dr-ivan-kaunang-78.jpg)