NEWS

Sejarah Cap Tikus, Miras Asli Minahasa yang Dikaitkan dengan Kebakaran Kompleks Pasar Ikan Manado

Cap Tikus dibuat dari sadapan air nira atau disebut dalam bahasa lokal dengan nama saguer yang kemudian disuling hingga menghasilkan...

Sejarah Cap Tikus, Miras Asli Minahasa yang Dikaitkan dengan Kebakaran Kompleks Pasar Ikan Manado
Istimewa/pemkab minsel
ILUSTRASI: Cap Tikus 1978 kemasan 320 Ml dipasarkan Rp 80 ribu per botol. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Siapa tak kenal cap tikus

Cap Tikus adalah minuman keras (miras) yang cukup populer asal Minahasa.  

Cap Tikus dibuat dari sadapan air nira atau disebut dalam bahasa lokal dengan nama saguer yang kemudian disuling hingga menghasilkan sebuah cairan mengandung alkohol dinamai cap tikus.

Denny Pinontoan, Sejarawan Minahasa mengatakan, cap tikus ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. 

Setidaknya ada dua versi berbeda asal muasal nama cap tikus

Salah satu versi,  ketika minuman keras ini mulai populer, ada pedagang etnis cina menyertainya dengan label atau merek.

Sesuai ejaan lama disebut Tjap Tikoes, itu diperkirakan sudah ada sejak 1920-1930-an. 

Baca: Penjual Buang Cap Tikus di Sungai Pakai Rice Cooker

Baca: Kelabui Petugas, Penjual Sembunyikan Cap Tikus di Lemari Pakaian

Baca: Kisah Gubernur Olly soal Lumba-lumba dan Cap Tikus di Balik Booming Pariwisata Sulut

Cap Tikus 1978
Cap Tikus 1978 (ist)

Versi lainnya menyebutkan, nama cap tikus itu dikaitkan dengan alat penyulingan dari bambu mirip jalan tikus.

Denni mengisahkan, cap tikus juga muncul dalam ulasan berita di De Tijd, koran katolik Belanda.

Dalam laporannya edisi 2 Desember tahun 1932 menyebutkan, konsumsi minuman keras impor di Manado dan Minahasa pada umumnya mengalami penurunan akibat resesi ekonomi global tahun 1930-an

Halaman
1234
Penulis: Ryo_Noor
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved