Ini 21 Butir Dalil Prabowo-Sandi yang Ditolak MK

Sengketa Pilpres berakhir sudah. Mahkamah Konstitusi (MK) pada putusannya. Sembilan hakim konstitusi bulat suara

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Kompas.com
Sidang putusan sengketa pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (27/6/2019).(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO) 

Prabowo-Sandi: Dalil mengenai ketidaknetralan aparat Badan Intelijen Negara (BIN). Tim kuasa hukum Prabowo-Sandi menilai BIN tidak netral, dengan dalil Kepala BIN Budi Gunawan mempunyai kedekatan hubungan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. BG menghadiri perayaan ulang tahun PDIP.

MK: "Dalil kedekatan BG (Budi Gunawan, Red) dengan PDI P. Dalil mengada-ada dan tidak ada relevansi dengan pemilu. Hadirnya (Budi Gunawan, Red) di ulang tahun PDI P dihadiri oleh pejabat lainnya dan diliput media lain. Jika pun itu benar (BG dekat dengan Mega) apakah itu BIN lantas diperalat oleh paslon 01? Jika itu dikaitkan dengan pengaruh dari peristiwa itu, jika memang benar, apa pengaruhnya terhadap masing-masing calon?"

Baca: Ini Ajakan Gubernur Olly untuk Kubu 01-02: Gerindra Tanggapi soal Rekonsiliasi

5) Anggota Masuk Ruangan

 Polisi Prabowo-Sandi: dalil pelanggaran tentang adanya oknum PPK bersama oknum keamanan berbaju Polri memasuki suatu ruangan berisi berkas.

MK: Terhadap dalil pemohon yang sudah dijawab oleh termohon, menurut Mahkamah, setelah mencermati dengan saksama, Mahkamah tidak mendapatkan keyakinan. Sebab dalil a quo tidak didukung dengan fakta sebagaimana yang ada di dalam gambar tersebut.

6) Jokowi Pidato di Hadapan Aparat

Prabowo-Sandi: dalil gugatan tim Prabowo-Sandiaga Uno menyatakan aparat kepolisian dan intelijen secara nyata berpihak kepada paslon 01, Jokowi-Ma'ruf Amin. Bukti yang diajukan tim Prabowo mengenai pidato Jokowi di depan aparat.

MK: "menolak dalil ini karena hal tersebut tidak bisa dibuktikan selama persidangan berlangsung. Mahkamah mempertimbangkan bahwa, setelah memeriksa bukti-bukti, Mahkamah tidak menemukan bukti mengenai peristiwa ketidaknetralan aparatur negara. (Pidato Jokowi)  isinya semata-mata merupakan imbauan normatif kepala negara.Hal itu adalah sesuatu yang wajar dilakukan presiden sebagai kepala negara maupun kepala pemerintahan. Tidak ada ajakan untuk memilih calon presiden tertentu."

7) Polisi Sosialisasi Prestasi Jokowi

Prabowo-Sandi: Dalil adanya anggota polisi di Polres Batubara, Sumatera Utara, berpihak. Saksi Rahmadsyah Sitompul menyatakan seorang anggota polisi menyosialisasikan keberhasilan Presiden Jokowi. Rahmadsyah merupakan terdakwa kasus ujaran kebencian terkait Pilkada Batu Bara 2018.

MK: "Saksi Rahmadsyah hanya menerangkan oknum polisi di Polres Batu Bara hanya sampaikan keberhasilan pemerintah saat ini. Yang secara implisit ditafsirkan sebagai dukungan terhadap paslon 01. Namun ketika ditanya majelis hakim mengenai siapa pemenang di lokasi tersebut, disampaikan yang menang adalah paslon 02."

8) Berita Online

Prabowo-Sandi: dalil perihal posting-an dari akun Twitter @opposite6890, yang menyebut mengenai Polri membentuk tim buzzer untuk mendukung 01.

MK: "Karena seluruhnya berupa fotokopi berita online, tidak serta-merta membuktikan bahwa peristiwa itu terjadi dan tanpa didukung bukti lain. Kalaupun memang benar itu terjadi, harus pula dibuktikan kaitannya dengan perolehan suara."

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved