Ketatnya Pengamanan Sembilan Hakim MK: Alasan AHY Absen Nonton Bareng di Kertanegara

Ribuan personel gabungan dari Polri dan TNI mengamankan sidang pembacaan putusan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi

Ketatnya Pengamanan Sembilan Hakim MK: Alasan AHY Absen Nonton Bareng di Kertanegara
ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat (tengah) didampingi Hakim MK memimpin sidang dengan agenda pembacaan putusan di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (10/10). Dalam sidang tersebut Mahkamah Konstitusi memutus lima perkara yakni Pengujian UU tentang Narkotika, pengujian UU No.8 Tahun 1981 Pasal 83 ayat (1) dan Pasal 197 ayat (1) tentang Hukum Acara Pidana, Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, dan pengujian Pasal 255 ayat (1) dan ayat (2) UU No.17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/kye/17 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ribuan personel gabungan dari Polri dan TNI mengamankan sidang pembacaan putusan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Kamis (26/6). Personel gabungan juga memberikan penjagaan khusus kepada sembilan hakim konstitusi.

Juru Bicara Mahkamah Konstitusi Fajar Laksono membenarkan para hakim konstitusi mendapatkan pengamanan khusus. Fajar tidak merinci berapa orang personel yang mendapat tugas menjaga setiap hakim.

Para hakim konstitusi tersebut adalah Ketua MK Anwar Usman, Wakil Ketua MK Aswanto, Arief Hidayat, Wahiduddin Adams, I Dewa Gede Palguna, Suhartoyo, Manahan M P Sitompul, Saldi Isra dan Enny Nurbaningsih.

Baca: Ada Uang 30 Ribu Dolar AS Disita KPK: Begini Pengakuan Menteri Agama

"Ada info 1908 personel gabungan Polri dan TNI disiagakan untuk mengamankan kelancaran sidang," papar Fajar kepada Tribun Network, Rabu (26/6).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan ribuan aparat gabungan memang dikerahkan untuk pengamanan pembacaan putusan sidang sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi.

Argo mengatakan pengamanan juga dilakukan kepada semua pihak terkait dengan sidang perselisihan hasil pemilihan presiden 2019, yakni hakim hingga pihak penggugat.

"Pengamanan itu digunakan untuk pengamanan orang, misalnya perangkat hakim kemudian juga keluarganya maupun karyawannya. Kemudian juga termohon, pemohon kita lakukan pengamanan di gedung MK tersebut," kata Argo.

Pengamanan jelang pembacaan putusan ini ketat. Pantauan di sekitar Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, pada Rabu (26/6) ribuan aparat TNI dan Polri bersiaga.

Seluruh akses menuju Gedung MK diperketat. Kawat terpasang dari depan gedung MK sampai depan Museum Nasional, Jalan Medan Merdeka Barat. Tameng aparat kepolisian berjejer di sepanjang jalan tersebut. Enam metal detector terpasang di pintu depan dan belakang, sedangkan lainnya terpasang sebelum memasuki ruang sidang.

Baca: Ini yang Dilakukan Jokowi dan Prabowo saat MK Putus Sengketa Pilpres

Di kawasan Monumen Nasional ribuan aparat TNI-Polri mendirikan tenda. Berjejer belasan kendaraan taktis milik Polri, seperti barracuda dan perintis meriam air. Penjagaan ketat juga terlihat di pintu belakang gedung MK, yakni di sepanjang Jalan Abdul Muis. Ribuan aparat TNI-Polri berjaga-jaga di sepanjang jalan.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved