Penerbangan
Harga Tiket Pesawat Terbang Masih Mahal, Turis Domestik Pilih Liburan ke Luar Negeri
Tiket pesawat untuk dalam negeri yang dinilai masih mahal untuk sebagian besar masyarakat Indonesia.
TRIBUNMANADO.CO.ID- Tiket pesawat untuk dalam negeri yang dinilai masih mahal untuk sebagian besar masyarakat Indonesia.
Membuat wisatawan domestik banyak mengalihkan liburannya ke luar negeri dibandingkan dengan dalam negeri.
Destinasi wisata di Singapura, Malaysia dan Thailand menjadi tujuan favorit wiatawan domestik.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Asita) Jateng, Daryono usai diskusi Ngobrol Mewah Tribunnews pada Kamis (23/5/2019), di kantor Tribun Solo.
Harga tiket pesawat yang masih mahal ini dinilai tidak mendukung pergerakan wisatawan ke berbagai destinasi di dalam negeri.
Baca: (VIDEO) Mayat Wanita Disetubuhi Teman Facebook, Berawal dari Ngabuburit dan Baru Kenal 2 Bulan
Baca: TKD Jokowi Maaruf Anggap Kubu 02 Paham UU, Cuma Tak Mau Akui Saja
Baca: 6 Otak Kerusuhan 22 Mei untuk Massa Ratusan Jiwa Mulai Terungkap, Mencuat Mantan Oknum Purn TNI
Tidak hanya itu, karena mahalnya harga tiket domestik ini, Daryono mengungkapkan bahwa pertumbuhan wisatawan yang ke luar negeri menjadi lebih tinggi daripada ke dalam negeri.
"Maka yang terjadi adalah wisatawan yang ke luar negeri, pertumbuhannya lebih tinggi daripada yang ke dalam negeri" tutur Daryono.
Daryono mengatakan bahwa harga tiket ke Raja Ampat harganya jauh lebih mahal dibandingkan pergi ke luar negeri seperti Malaysia, Thailand atau Singapura.
"Kalau kita ke Raja Ampat, harganya lebih mahal dibandingkan pergi ke Malaysia, Thailand atau Singapura"
Sehingga perbandingan variable cost traveling ke luar negeri yang lebih murah akan membuat para wisatawan berpikir ulang bila ingin pergi traveling dalam negeri.
"Akhirnya orang-orang kita (Indonesia) senang bepergian ke luar negeri karena costnya murah, harganya sudah jelas murah ke luar negeri daripada dalam negeri sendiri" tambah Daryono.
Daryono juga mengatakan bahwa negara harus berpikir ulang mengambil kebijakan yang menyebabkan mahalnya harga tiket pesawat domestik ini.
Karena hal ini akan menjadi kebijakan yang kontra-produktif dengan target yang ditetapkan oleh pemerintah pusat terkait 20 juta wisatawan ke Indonesia.
Selain itu, mahalnya harga tiket pesawat ini juga berimbas ke berbagai sektor, tidak hanya pariwisata, tetapi juga hingga sektor bisnis dan UMKM.
Oleh karena itu, Daryono mengatakan negara harus turut andil dan berpikir ulang mengenai mahalnya tiket pesawat ini.