Ekonomi dan Bisnis

Hati-hati Penipuan Berkedok Fintech, Modusnya Pakai Uang Administrasi di Depan

OJK Sulutgomalut tak henti mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati menerima tawaran investasi dari pihak manapun.

Hati-hati Penipuan Berkedok Fintech, Modusnya Pakai Uang Administrasi di Depan
Tribun Manado
Suasana tempat pengaduan masyarakat di kantor OJK Sulutgomalut, Jalan Diponegoro, Manado. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - OJK Sulutgomalut tak henti mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati menerima tawaran investasi dari pihak manapun.

Baru-baru ini, OJK Sulutgomalut menerima aduan masyarakat, ada entitas yang mengaku sebagai fintech menawarkan bisa memberi pinjaman dana hingga Rp 500 juta dengan syarat KTP dan KK.

"Apa yang mencurigakan ialah, pemberi penawaran meminta biaya admin terlebih dahulu. Kalau fintech tidak seperti itu," kata Kepala OJK Sulutgomalut, Slamet Wibowo melalui Humas Mouren Monigir, Sabtu (25/05/2019).

Katanya, perusahaan fintech terdaftar di OJK tidak diperkenankan memberi penawaran dengan embel-embel uang muka atau biaya administrasi.

"Tidak ada konsumen peminjam harus beri uang terlebih dahulu. Tidak ada transaksi langsung seperti itu. Jika ada itu agaknya penipuan," ujarnya.

Karena itu, masyarakat lebih waspada. Ketika menerima tawaran bisa mengecek status fintech apakah terdaftar di OJK atau tidak.

Caranya bisa mengecek via situs www.ojk.go.id atau datang langsung ke kantor OJK Sulutgomalut di Jalan Diponegoro, Kel. Mahakeret Timur Manado.

Sejauh ini baru ada 113 penyelenggara fintech terdaftar di OJK. Dari jumlah itu, baru lima yang mengantongi izin fintech.

"Satgas Waspad Investasi terus melakukan penelitian dan penertiban. Hingga awal 2019 sudah ada 600 sekian perusahaan fintech ilegal yang ditutup dan diblokir layanannya," kata Mouren.

Halaman
123
Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved