Kabar Artis

Fakta Sidang Lanjutan Kasus Steve Emmanuel, Kejanggalan Barang Bukti Hingga Bantahan Kuasa Hukum

Dalam persidangan tersebut, beberapa fakta baru pun terungkap. Berikut deretan fakta persidangan Steve Emmanuel Kamis (23/5/2019) kemarin.

Fakta Sidang Lanjutan Kasus Steve Emmanuel, Kejanggalan Barang Bukti Hingga Bantahan Kuasa Hukum
Tribunnews.com
Salah Urat, Steve Emmanuel Kesulitan Menoleh, Lehernya Ditempel Koyo saat Sidang Kasus Narkoba 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus penyalahgunaan narkoba yang menjerat aktor Steve Emmanuel teru bergulir hingga kini.

Steve Emmanuel ditangkap di Kelurahan Pela, Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Jumat (21/12/2018) silam.

Saat itu ia tengah berada di apartemen miliknya, di Kondominium Kintamani A/17/6 RT 001/ 014.

Penangkapan Steve Emmanuel bersumber dari laporan masyarakat sekitar.

Dilansir dari laman Tribun Wow, saat apartemennya digeledah, polisi menemukan barang bukti berupa 92,04 gram kokain dalam klip plastik besar.

Polisi juga turut mengamankan barang bukti lain seperti 1 buah botol kaca penyimpan kokain dan 1 buah alat hisap narkotika jenis kokain.

Artis peran Steve Emmanuel ditangkap jajaran Satres Narkoba dari Polres Metro Jakarta Barat pada Jumat (21/12/2018) di apartemen kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Artis peran Steve Emmanuel ditangkap jajaran Satres Narkoba dari Polres Metro Jakarta Barat pada Jumat (21/12/2018) di apartemen kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. (Dokumentasi Polres Metro Jakarta Barat)

Menurut keterangan Steve pada pihak penyidik kepolisian, kokain tersebut ia bawa dari Belanda dengan menggunakan salah satu maskapai penerbangan pada tanggal 11 September 2018.

Atas kasus tersebut, Steve dijerat dengan Pasal 114 Ayat 2 Sub 112 Ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Terkait kasus ini, Kamis (27/12/2018) Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Erick Frendriz mengungkapkan Steve bisa diancam hukuman mati.

"Ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun, dan maksimum seumur hidup atau hukuman mati," terang Frendriz saat ditemui dalam jumpa pers di Polres Jakarta Barat, Kamis (27/12/2018), dikutip dari Kompas.com.

Halaman
1234
Penulis: Reporter Online
Editor: Yeshinta Sumampouw
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved