Teror Bom Surabaya
Setahun Berlalu Tragedi Bom Bunuh Diri Guncang Surabaya, Sakit Sosial Terpa Keluarga Pelaku
Satu tahun berlalu Teror Bom Surabaya, beginilah nasib anak-anak pelaku bom bunuh diri yang mengguncangkan warga Surabaya bahkan se-Indonesia.
Warga tetap merangkul mereka dan tak pernah menjauhi, meski anggota keluarganya menjadi teroris.
"Warga tidak mendiskriminasi dan tak membeda-bedakan. Entah itu mantan napi ataupun keluarga teroris. Semua kami rangkul," tegasnya.
Keluarga Tri Ernawati juga masih aktif di sejumlah kegiatan lingkungan (RT).
Mereka juga kerap berbaur dengan warga lain.
Keakraban antara keluarga Tri Ernawati dengan warga begitu kental.
"Mereka masih aktif di kegiatan RT. Setiap kali kami undang di kegiatan ke-RTan mereka pasti hadir," ucapnya.
Terkait rencana kemensos yang akan mengembalikan anak pasangan Tri Ernawati- Tri Murtiono yang selamat dari peristiwa bom bunuh diri ke lingkungan masyarakat, Kukuh menjamin bila warga bakal menerima anak tersebut.
"Warga akan menerima dengan baik. Kami juga akan turut menjaganya. Dia masih kecil, dia tidak salah dan tak tahu apa-apa.
"Saya beberapa hari mendengar soal kabar ini. Pihak dinas sosial maupun kepolisian juga pernah datang ke sini untuk menanyakan persiapan keluarga terkait bakal kembalinya anak tersebut," jelasnya.
Ditanya soal respons keluarga terkait rencana tersebut, Kukuh tak tahu-menahu.
Sebab, hal itu merupakan masalah internal keluarga.
"Soal respons, saya tidak tahu. Karena bukan ranah saya. Tetapi yang jelas warga menerima anak tersebut," terangnya.
Usai menemui Kukuh Santoso, Harian Surya sempat mampir ke rumah keluarga Tri Ernawati.
Namun, benar kata Kukuh, keluarga tersebut sangat tertutup jika berhadapan dengan wartawan.
Harian Surya bertemu dengan kakak pertama Tri Ernawati, berinisial B yang usianya sekitar (52).