Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat

Pemulihan yang Holistik

Pemulihan yang holistik (menyeluruh dan utuh) merupakan suatu harapan dari orang percaya yang hidup dialam ciptaan Tuhan ini.

Pemulihan yang Holistik
ilustrasi 

Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat
MTPJ 5 – 11 Mei 2019

TEMA BULANAN : “Karya Keselamatan Allah Di Bumi Milik Tuhan”
TEMA MINGGUAN : “Pemulihan yang Holistik”
BACAAN ALKITAB : Yehezkiel 47:1-12

ALASAN PEMILIHAN TEMA
Pemulihan yang holistik (menyeluruh dan utuh) merupakan suatu harapan dari orang percaya yang hidup dialam ciptaan Tuhan ini.

Ilustrasi.
Ilustrasi. (SHUTTERSTOCK)

Dimana-mana telah terjadi berbagai kerusakan alam akibat keserakahan manusia; alam yang tadinya indah kini menjadi rusak, gersang dan menakutkan. Kehidupan yang damai di alam ciptaan ini menjadi impian setiap insan yang kini berubah menjadi kehancuran karena ulah manusia yang menebang pohon tanpa memperhatikan kelestariannya, meng-geruk alam untuk mendapatkan hasil tambang: emas, perak, tembaga yang mengiurkan, maka bencana alam pun terjadi dimana-mana, tanah longsor, banjir, kebakaran lahan, serta kekeringan, bahkan yang lebih besar lagi ialah terjadinya global warming yang berakibat pada kerusakan lapisan ozon.

Manusia bukan hanya merusak alam tapi lebih dari itu merusak dirinya sendiri dengan melakukan hal-hal yang jahat. Sikap saling menjatuhkan antar manusia membuat dunia ini tidak aman dan damai lagi. Manusia sebagai mahkluk ciptaan Allah yang termulia yang dipercayakan untuk menjaga dan memelihara bumi ini tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Bumi telah rusak, hubungan persaudaraan antar manusia hancur, sungguh manusia telah kehilangan kemuliaannya, maka kita butuh peran Allah untuk memulihkan kembali semua ciptaan-Nya menjadi sempurna. Pemulihan yang Holistik adalah jawaban untuk segala pergumulan itu.

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Yehezkiel artinya Allah menguatkan. Yehezkiel adalah putera dari imam Busy (Yehezkiel 1:3) dan ia sendiri juga adalah seorang imam. Pada tahun 597 SM (2 Raja-raja 24:14-17) ia dibuang bersama-sama dengan Yoyakhin ke Babel. Tema-tema yang ada pada kitab Yehezkiel selalu mengangkat soal kesucian, keagungan Tuhan dan pertobatan umat Israel. Kitab Yehezkiel 47:1-12 termasuk salah satu pasal yang isinya bersifat eskatologis yang banyak menggunakan bahasa-bahasa simbol yang isi cerita dapat dibagi dalam dua bagian, yaitu:

Ayat 1-5, berisi penglihatan air yang keluar dari bait Allah yang terus mengalir dan akhirnya menjadi sungai yang dalam. Pada bagian ini kita dapati ada 4 hal yang penting: Pertama; Seorang yang kelihatan seperti tembaga yang memegang tali lenan di tangannya dan tongkat.

Penjelasan tentang siapa orang ini kurang begitu jelas hanya saja orang ini adalah sebagai utusan Tuhan, karena pertemuan orang ini dengan Yehezkiel terjadi karena Allah yang mempertemukan mereka (bnd.Yehezkiel 40:3.). Peran orang ini sangat penting karena dialah yang menuntun Yehezkiel dalam penglihatannya.

Dia juga yang memperlihatkan kepada Yehezkiel tentang adanya air di bawah Bait Allah, serta ke mana perginya air itu. Dia juga yang menyuruh Yehezkiel untuk mengikuti aliran air itu, serta mengukur kedalaman air itu. Jadi jelaslah bahwa orang ini di utus Allah khusus mengukur air itu.

Kedua; Yehezkiel adalah orang yang mendapat penglihatan dari Allah tentang berbagai peristiwa kehidupan umat Israel di Babel. Ia juga adalah pribadi yang taat dan setia melakukan perintah Allah, karena itu apa yang diperintahkan oleh utusan Tuhan itu, bahkan apa yang dinyatakan dalam setiap penglihatan dapat dipahami dan dilakukan oleh Yehezkiel.

Halaman
123
Editor: Aswin_Lumintang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved