Nelayan Asal Manado Terapung 12 Hari di Perairan Selat Makassar, Bertahan Hidup Minum Air Hujan

Nelayan bernama Imanuel Antameng berusia 40 tahun, bertahan hidup selama 12 hari di atas rumpon yang terapung di lautan.

Nelayan Asal Manado Terapung 12 Hari di Perairan Selat Makassar, Bertahan Hidup Minum Air Hujan
HO/Kantor Pencarian dan Pertolongan Kota Balikpapan
Nelayan bernama Imanuel Antameng (40), bertahan hidup selama 12 hari di atas rumpon yang terapung di lautan berhasil diselamatkan KM Lambelu yang melintas di perairan Selat Makassar. (HO/Kantor Pencarian dan Pertolongan Kota Balikpapan) 

Beberapa waktu lalu warga Sulawesi Tengah berdomisili di Kelurahan Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang, Kalimantan Timur dikabarkan hilang saat memancing di perairan Bontang, Kamis (11/4/2019) malam.

Petugas yang menerima informasi ini langsung mencari korban hilang yang belakangan diketahui bernama Darman (20) warga Jalan Diponegoro, RT 16, Kelurahan Berbas Pantai.

Tim gabungan dipimpin dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang mulai menyisir perairan sejak pagi-pagi.

Berdasarkan laporan, korban terakhir dikabarkan hilang sekitar pukul 16.00 Wita di sekitar perairan RIG Senol masuk dalam wilayah Kabupaten Kutai Timur.

Korban terjatuh dari kapal segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Darman berhasil selamat setelah mengapung di laut Lepas selama 14 jam lebih, botol air mineral dan jiriken menyelamatkan nyawanya.
Korban terjatuh dari kapal segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Darman berhasil selamat setelah mengapung di laut lepas selama 14 jam lebih, botol air mineral dan jeriken menyelamatkan nyawanya. (TribunKaltim.co/Ichwal Setiawan)

Dari kronologi yang dihimpun di lapangan, Darman merupakan salah satu Anak Buah Kapal (ABK) KM Celebes.

Darman bersama beberapa rekannya meninggalkan pesisir Bontang sekitar pukul 07.30 Wita, Kamis (11/4/2019).

Memasuki wilayah perairan dalam, cuaca angin kencang dan gelombang tinggi membuat laju perahu tak terkendali.

Tanpa disadari para rekannya, Darman tiba-tiba raib.

Setelah menyadari rekannya hilang di kapal, para ABK yang lain mulai mencari Darman sekitar pukul 16.00 Wita sampai matahari terbenam.

"Setelah tiba di daratan para ABK tadi langsung melapor ke Pak RT 16, Sony, kemudian pak RT melapor ke kami," ujar Kepala BPBD, Ahmad Yani kepada wartawan saat ditemui.

Halaman
1234
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved