Senin, 18 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Nelayan Asal Manado Terapung 12 Hari di Perairan Selat Makassar, Bertahan Hidup Minum Air Hujan

Nelayan bernama Imanuel Antameng berusia 40 tahun, bertahan hidup selama 12 hari di atas rumpon yang terapung di lautan.

Tayang:
Editor: Rhendi Umar
HO/Kantor Pencarian dan Pertolongan Kota Balikpapan
Nelayan bernama Imanuel Antameng (40), bertahan hidup selama 12 hari di atas rumpon yang terapung di lautan berhasil diselamatkan KM Lambelu yang melintas di perairan Selat Makassar. (HO/Kantor Pencarian dan Pertolongan Kota Balikpapan) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang nelayan asal Manado, Sulawesi Utara, ditemukan hanyut di perairan Selat Makassar.

Nelayan bernama Imanuel Antameng berusia 40 tahun, bertahan hidup selama 12 hari di atas rumpon yang terapung di lautan.

Rumpon nelayan tersebut lepas dari jangkar yang tertambat di perairan Laut Sangir sejak Rabu (17/4/2019).

Rumpon milik nelayan itu hanyut sampai ke tengah perairan Selat Makassar.

Beruntung, nelayan tersebut mendapat pertolongan.

Ia berhasil diselamatkan oleh kapal PT Pelni KM Lambelu saat melintas di periaran tersebut pada Senin (29/4/2019).

KM Lambelu dalam pelayaran dari Nunukan tujuan ke Balikpapan, pada pukul 13.15 Wita menerima panggilan radio VHF dari Imanuel yang meminta bantuan pertolongan.

Mendengar kabar itu, nahkoda KM Lambelu langsung bergerak cepat.

Pukul 13.17 Wita nahkoda ke anjungan melakukan olah gerak untuk menuju lokasi korban yang diketahui melalui radar berada pada posisi 03.29.6°N 118.20.3°E.

Pukul 14.00 Wita, KM Lambelu tiba di lokasi rumpon milik nelayan Imanuel.

Sekitar 12 menit kemudian nelayan tersebut dievakuasi naik ke atas kapal, lalu dibawa ke poliklinik dilakukan pemeriksaan oleh dokter kapal.

Nelayan di atas rumpon yang hanyut di perairan Selat Makassar dievakuasi oleh kru kapal PT Pelni KM Lambelu, Senin (29/4/2019).
Nelayan di atas rumpon yang hanyut di perairan Selat Makassar dievakuasi oleh kru kapal PT Pelni KM Lambelu, Senin (29/4/2019). (HO/Kantor Pencarian dan Pertolongan Kota Balikpapan)

Hasil pemeriksaan menyatakan Imanuel dalam kondisi normal dan sehat.

Dari berita acara KM Lambelu yang diterima TribunKaltim.co, disebutkan bahwa nelayan tersebut beralamat di Lingkungan II RT-RW 002 Kelurahan Manado Tua Dua, Kecamatan Bunaken Kepulauan, Kota Manado, Sulawesi Utara.

Sementara itu, Kasi Ops Kantor Pencarian dan Pertolongan Kota Balikpapan Oktavianto mengatakan, selama 12 hari terapung di lautan nelayan tersebut bertahan hidup dari air hujan dan sisa makanan yang tersedia di rumpon.

Nasib Imanuel juga mujur karena berbekal radio VHF. 

"Selama terapung-apung di laut masih bisa menggunakan radio VHF untuk meminta bantuan. Beberapa kali jika ada kapal yang kelihatan melintas dia berusaha mengubungi tetapi tidak ada jawaban, sampai akhirnya KM Lambelu menyelamatkannya," kata Oktavianto dalam keterangannya.

Nelayan bernama Imanuel Antameng (40), bertahan hidup selama 12 hari di atas rumpon yang terapung di lautan berhasil diselamatkan KM Lambelu yang melintas di perairan Selat Makassar.
Nelayan bernama Imanuel Antameng (40), bertahan hidup selama 12 hari di atas rumpon yang terapung di lautan berhasil diselamatkan KM Lambelu yang melintas di perairan Selat Makassar. (HO/Kantor Pencarian dan Pertolongan Kota Balikpapan)

Saat KM Lambelu sandar di Balikpapan, nelayan tersebut menolak untuk tinggal karena dia mengaku tak punya keluarga di Balikpapan.

"Saat ini orang tersebut minta ikut ke Parepare, tujuan akhir KM Lambelu. Kemudian nanti dilanjutkan perjalanan ke Bunaken," kata Oktavianto.

Simak Videonya:

Kisah Warga Bontang 14 Jam Mengapung di Laut

Beberapa waktu lalu warga Sulawesi Tengah berdomisili di Kelurahan Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang, Kalimantan Timur dikabarkan hilang saat memancing di perairan Bontang, Kamis (11/4/2019) malam.

Petugas yang menerima informasi ini langsung mencari korban hilang yang belakangan diketahui bernama Darman (20) warga Jalan Diponegoro, RT 16, Kelurahan Berbas Pantai.

Tim gabungan dipimpin dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang mulai menyisir perairan sejak pagi-pagi.

Berdasarkan laporan, korban terakhir dikabarkan hilang sekitar pukul 16.00 Wita di sekitar perairan RIG Senol masuk dalam wilayah Kabupaten Kutai Timur.

Korban terjatuh dari kapal segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Darman berhasil selamat setelah mengapung di laut Lepas selama 14 jam lebih, botol air mineral dan jiriken menyelamatkan nyawanya.
Korban terjatuh dari kapal segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Darman berhasil selamat setelah mengapung di laut lepas selama 14 jam lebih, botol air mineral dan jeriken menyelamatkan nyawanya. (TribunKaltim.co/Ichwal Setiawan)

Dari kronologi yang dihimpun di lapangan, Darman merupakan salah satu Anak Buah Kapal (ABK) KM Celebes.

Darman bersama beberapa rekannya meninggalkan pesisir Bontang sekitar pukul 07.30 Wita, Kamis (11/4/2019).

Memasuki wilayah perairan dalam, cuaca angin kencang dan gelombang tinggi membuat laju perahu tak terkendali.

Tanpa disadari para rekannya, Darman tiba-tiba raib.

Setelah menyadari rekannya hilang di kapal, para ABK yang lain mulai mencari Darman sekitar pukul 16.00 Wita sampai matahari terbenam.

"Setelah tiba di daratan para ABK tadi langsung melapor ke Pak RT 16, Sony, kemudian pak RT melapor ke kami," ujar Kepala BPBD, Ahmad Yani kepada wartawan saat ditemui.

Tim gabungan dibentuk segera mencari di lokasi hilangnya Darman.

Beberapa jam menyusuri perairan tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Sekitar 2,5 jam menyisir lokasi, dari kejauhan terlihat sinyal keberadaan makhluk hidup.

"Dia melambai-lambai dari kejauahan kami lihat seperti titik-titik hitam saja," ujar koordinator rescue dari BPBD, Arisa kepada wartawan.

Nasib baik masih memihak Darman, dari kejauhan petugas mendatangi korban yang mengapung dengan jeriken lubang serta botol air mineral yang terselip di antara lengan bajunya.

Darman mengapung sekitar 14 jam di perairan, botol air mineral dan jeriken lubang menyelamatkan nyawanya semalaman mengapung.

"Ini botol dan jeriken ia dapatkan dari laut," ujarnya.

Petugas segera mengevakuasi korban ke darat, petugas medis yang telah berjaga langsung membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Kondisi tubuh Darman lemah, cairan tubuhnya terkuras semalaman. Bahkan, saat diangkat ke kapal Darman terus menenggak air mineral berkali-kali.

TONTON JUGA:

Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul 12 Hari Terapung di Laut Bertahan Hidup Minum Air Hujan, Nelayan Asal Manado Diselamatkan KM Lambelu

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved