Sejarah

Kolektor Surat Suara Ini Miliki Koleksi Sejak Pemilu Tahun 1957

Sebagian masyarakat pun telah datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk menyalurkan suaranya dengan cara mencoblos.

Kolektor Surat Suara Ini Miliki Koleksi Sejak Pemilu Tahun 1957
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Koleksi surat suara tua 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Gelaran Pemilu 2019 sudah berlangsung. Sebagian masyarakat pun telah datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk menyalurkan suaranya.

Tak terlepas dari perhelatan pesta demokrasi di Indonesia itu, ada sisi lain yang menarik dan unik.

Di Kabupaten Kudus, ada seorang dokter yang ternyata memiliki hobi terkait pemilu.

Dokter Suhendro, begitu masyarakat setempat memanggilnya.

Dia dikenal sebagai kolektor surat suara berikut pernak-perniknya.

Pria berusia 72 tahun yang tinggal di Jalan Tanjung Desa Kramat, RT 02 RW 03 Kecamatan Kota Kudus itu menuturkan alasannya mengoleksi benda-benda tersebut.

Menurutnya, karena tidak banyak orang punya, juga terhitung barang langka.

"Menurut saya, surat suara ini merupakan sesuatu yang langka. Tidak banyak orang berpikiran untuk mengoleksinya," kata Suhendro di kediaman sekaligus tempat praktiknya.

Pria kelahiran Tegal 26 Oktober 1946 itu membeberkan, naluri untuk mengumpulkan surat suara sudah dimilikinya sejak kecil.

Sehingga saat dia menemukan surat suara di manapun pasti akan disimpannya.

Halaman
1234
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved