Umumkan Hasil Quick Count sebelum Pukul 15.00, Lembaga Survei Bisa Dipidana, Ini Penjelasannya

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Wahyu Setiawan, menegaskan lembaga survei baru dapat mengumumkan hasil hitung cepat

Lampost.co/Google
Ilustrasi Quick Count 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Wahyu Setiawan, menegaskan lembaga survei baru dapat mengumumkan hasil hitung cepat dua jam setelah berakhirnya pemungutan suara di wilayah Indonesia bagian Barat (WIB) atau pada pukul 15.00 WIB.

"Dalam undang-undang (UU Pemilu,-red) diatur jelas terkait kapan lembaga survei mengumumkan hasil survei. Dijelaskan lembaga survei baru boleh mengumumkan hasil survei dua jam setelah kegiatan penghitungan dan pemungutan suara di TPS, WIB," kata Wahyu, saat dikonfirmasi, Selasa (16/4/2019).

Dia meminta lembaga survei mematuhi ketentuan itu.

Sebab, dia menegaskan, terdapat sanksi pidana yang dapat dijatuhkan kepada pihak melanggar aturan berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan saat ditemui di Hotel Mercure Sabang, Jakarta Pusat, Jumat (15/2/2019).
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan saat ditemui di Hotel Mercure Sabang, Jakarta Pusat, Jumat (15/2/2019). (KOMPAS.com/Devina Halim)

"Kita harap lembaga survei mematuhi ketentuan tersebut karena ada sanksi pidana berdasarkan UU," tambahnya.

Sanksi pelanggaran aturan tersebut diatur dalam Pasal 540 ayat (1) yang berbunyi, "pelaksana kegiatan penghitungan cepat yang melakukan penghitungan cepat yang tidak memberitahukan bahwa prakiraan hasil penghitungan cepat bukan merupakan hasil resmi Pemilu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449 ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda paling banyak Rp18 juta (delapan belas juta rupiah)."

Apalagi, Mahkamah Konstitusi (MK) sudah menolak gugatan uji materi terkait aturan publikasi hasil survei dan hitung cepat pada Pemilu 2019. Sidang digelar di gedung MK, Selasa (16/4/2019).

Publikasi hasil hitung cepat atau quick count pada waktu pemungutan suara baru dapat diumumkan pada pukul 15.00 WIB.

"Menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya," kata hakim konstitusi, Anwar Usman pada sidang pembacaan putusan di Gedung MK, Selasa (16/4/2019).

Hakim konstitusi menilai pengaturan quick count baru dapat dipublikasikan dua jam setelah pemilu di wilayah Indonesia bagian Barat (WIB) selesai itu tidak menghilangkan hak masyarakat.

Halaman
12
Editor: Rhendi Umar
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved