Tajuk Tamu Tribun Manado

Mari Jo Nikmati Wisata Wajah

Wisata wajah dan momen pemilihan caleg, pilkada, dan presiden ini juga kan suatu atraksi dan pengalaman yang perlu dinikmati, tidak sepanjang tahun.

Mari Jo Nikmati Wisata Wajah
ISTIMEWA
Teddy Tandaju (Adv.) 

Oleh:
Teddy Tandaju MBA (Adv)
* Certified Business Coach
* Dosen Fakultas Pariwisata Unika De La Salle Manado

BELUM lama ini saya kedatangan tamu dari Australia seorang teman lama saat kuliah dulu, sedang liburan di kota tercinta kita yang saat ini sedang di-‘serbu’ turis asal Cina.

Selama menemaninya jalan-jalan keliling Manado, Minahasa, dan sekitarnya, kami terus bercakap-cakap dan membanding-bandingkan beberapa kota di Australia dan Indonesia.

Hingga akhirnya kami tiba pada percakapan suasana kota Manado yang saat ini sedang ‘didekorasi’ dengan berbagai baliho dan billboard penuh dengan wajah-wajah yang terpajang di sepanjang jalan, bahkan ada yang sudah ‘baku susun’ sampai kami pun bingung melihatnya.

Hal senada dapatlah dijumpai di hampir seluruh kota di Indonesia terutama di saat mana kita dalam masa-masa pemilihan calon legislatif (caleg), pilkada maupun presiden.

Begitulah keadaan saat ini, Kota Manado dan banyak kota lainnya penuh dengan dekorasi wajah.

Who is he?, who is she?, who are they?”. Itulah pertanyaan yang sekali-kali dilontarkan teman saya selama menemaninya menikmati wisata Kota Manado dan sekitarnya.

Beraneka ragam wajah para caleg dengan kostum (formal dan kasual), ekspresi wajah yang telah dipoles kosmetik, tatanan rambut dan gesture yang beragam pula; senyum, ketawa, melambaikan tangan, wajah yang bahkan terlihat telah diedit dengan campuran warna yang tantalising dan eye-catching (menarik perhatian), bahkan para caleg ini pun memiliki nama-nama yang juga unik (kebarat-baratan atau nama dengan ‘muatan lokal’).

Wow... I am impressed with this.” ungkap teman saya.

Saya tidak akan membahas tentang asal partai politik ataupun asal wilayah para wajah-wajah di baliho tersebut. Namun, sebagai seorang pemerhati pariwisata, saya jadi teringat akan teori yang dibahas guru pariwisata dunia asal Australia, Mr Neil Leiper (2007) bahwa ‘suatu atraksi wisata adalah apa saja yang menarik perhatian seorang turis untuk di-‘alami’ yang akan memberikan suatu pengalaman dan kesan tertentu.

Baliho para caleg terpasang di ruas jalan Trans Manado-Bitung, Maumbi, Minahasa Utara.
Baliho para caleg terpasang di ruas jalan Trans Manado-Bitung, Maumbi, Minahasa Utara. (Tribun Manado)

Ungkapan ini sejalan dengan yang ditampilkan dalam www.tourismtheories.org: “A tourist attraction can be viewed as the relationship with its visitors, the object of phenomenon itself and the image presented of it”. (Sebuah objek wisata dapat dilihat sebagai hubungan dengan pengunjungnya, objek dari fenomena itu sendiri dan image yang disajikan).

Halaman
12
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved