Breaking News:

Debat Capres

Rektor Ini Pernah Menjadi Panelis Debat Cawapres RI, Ini Wawancara Ekslusifnya

Kala itu, debat digelar di Hotel Sultan, Jakarta, dan diikuti Cawapres nomor urut 01 Maruf Amin, dan Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno.

Editor: Rizali Posumah
amiruddin/tribun-timur.com
Rektor Unhas, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu merupakan salah seorang panelis, yang dipilih Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, dalam debat Calon Wakil Presiden (Cawapres) RI, pada Minggu (17/3/2019) lalu.

Kala itu, debat digelar di Hotel Sultan, Jakarta, dan diikuti Cawapres nomor urut 01 Maruf Amin, dan Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno.

Selain Prof Dwia, panelis lainnya, yakni Prof Chairil Effendy (Rektor Universitas Tanjung Pura), Prof Samsul Rizal (Rektor Unsyiah), Prof Yudian Wahyudi (Rektor IAIN Sunan Kalijaga), Prof Subhilhar (Guru Besar Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara).

 Radhar Panca Dhana (Budayawan), Anis Hidayah (Direktur Eksekutif Migrant Care), Prof David S Perdana Kusuma (Dosen Univesitas Airlangga), Prof Yos Johan Utama (Rektor Uiversitas Diponegoro).

Dipandu presenter Alfito Deanova dan Putri Ayuningtiyas debat tersebut membahas tentang, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya.

Berikut petikan wawancara eksklusif wartawan Tribun Timur, Amiruddin bersama Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, di kampus Unhas, Jl Perintis Kemerdekaan KM 10, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Selasa (26/3/2019).

1. Baru-baru ini, Anda merupakan salah seorang dari sembilan panelis debat Cawapres yang dipilih oleh KPU RI. Mohon diceritakan bagaimana sehingga Anda terpilih?

Saya nggak tahu juga, tiba-tiba orang KPU menghubungi saya di Minggu terakhir itu. Hari Minggu (10/3/2019) saya diminta menyerahkan curriculum vitae, dan hari Senin (11/3/2019), saya diberitahu sebagai salah seorang panelis oleh KPU. KPU tanyakan apakah ibu masuk sebagai anggota partai politik, saya bilang tidak, dan akhirnya dipilih.

Rupanya sembilan orang panelis lainnya baru diberitahu juga hari Minggu itu. Kami bilang kenapa nggak diberitahu dari dulu, kata KPU supaya tidak ada yang meloby.

Sembilan panelis itu, selain dilihat track recordnya, juga dipublish dan dilihat oleh kedua paslon. Ketika kedua paslon juga sudah setuju, akhirnya kami disepakati sebagai panelis.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved