Breaking News:

Berita Bolsel

Perangi Sampah Plastik, Pemkab Bolsel Larang ASN Beli Air Minum Kemasan dan Pembungkus Stirofoam

Seluruh organisasi perangkat daerah, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa tidak boleh mengunakan plastik sekali pakai saat menggelar kegiatan.

Penulis: Nielton Durado | Editor: maximus conterius
ISTIMEWA
Bupati Bolsel Iskandar Kamaru menghadiri Rakernas Indonesia Bersih di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Jumat (22/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Manado Nielton Durado

TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU - Bupati Bolaang Mongondow Selatan Iskandar Kamaru menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Indonesia Bersih yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Rakernas dirangkaikan dengan peluncuran Indonesia Bersih dan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).

Kegiatan yang dipimpin Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Luhut B Panjaitan tersebut turut dihadiri Menteri LHK Siti Nurbaya, Mendagri dan Menteri PUPR serta perwakilan Menteri Kabinet Indonesia Kerja lainnya.

Kamaru melalui juru bicara Pemkab Bolsel Ahmadi Modeong mengatakan, komitmen Pemkab Bolsel memerangi sampah plastik sejalan dengan program pemerintah pusat.

Hal itu dibuktikan dengan deklarasi pengurangan pengunaan plastik sekali pakai oleh Bupati Iskandar Kamaru pada peringatan tiga tahun kepemimpinannya beberapa waktu lalu.

Baca: Sampah Plastik Turut Sebabkan Banjir di Manado

Baca: Program Pengurangan Sampah Plastik di Bitung Dilirik Wartawan KBS Korea

“Bapak Bupati menyambut baik Gerakan Indonesia Bersih. Bahkan, program tersebut sudah berlaku di Bolsel lewat deklarasi pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Ini bentuk komitmen pemerintah daerah menjaga kelestarian lingkungan,” kata Kabag Humas Bolsel ini.

Hal serupa disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bolsel Suja Alamri.

“Pengurangan pengunaan plastik sekali pakai sudah berlaku di jajaran Pemkab Bolsel sejak dideklarasikan Bapak Bupati baru-baru ini,” kata Suja.

Tindak lanjut deklarasi tersebut, katanya, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa tidak boleh mengunakan plastik sekali pakai saat menggelar kegiatan, misalnya gelas atau botol air kemasan dan wadah makanan stirofoam.

BERITA POPULER:

Baca: Siswi SMA di Manado Diperkosa Penjaga Sekolah, Ini Curahan Hati Ibu Korban

Baca: 10 Fakta Kecelakaan Maut di Perkamil, Ternyata Seorang Developer

Baca: Tidak Diberi Kode Handphone, Romi Belah Perut Istrinya dan Mengambil Bayinya

Larangan itu termuat dalam edaran Bupati ke semua jajaran Pemkab Bolsel.

“Larangan ini akan dipertegas dalam perbup. Jadi jika jajaran Pemkab Bolsel menggelar kegiatan, makanan dan minuman tidak boleh disajikan di wadah plastik sekali pakai,” ungkapnya.

Dalam Rakernas, kata Suja, Menteri LHK menekankan program tersebut, fokus pada peningkatan perilaku hidup sehat dan bersih dengan peningkatan sinergitas, penyediaan sarana dan prasarana penunjang, termasuk pengelolaan sampah yang holistik dan terintegrasi.

“Hal itu menjadi penekanan pemerintah pusat dalam Gerakan Indonesia bersih. Perhatian pemerintah pada sampah plastik karena memberi dampak pada manusia dan satwa laut,” kata dia. (*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved