14 Siswa SMPN 1 Sibarut dari Batubulan Dijemput dan Ditampung di Sekolah
Jumlah siswa yang dibawa dari Batubulan 14 siswa, satu siswa masih di Batubulan, dan yang berada di shelter Paseng 5 orang, sehingga total 20 siswa.
Penulis: Alpen_Martinus | Editor: maximus conterius
Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus
TRIBUNMANADO.CO.ID, SIAU - Sebanyak 14 siswa SMP Negeri 1 Sibarut yang terisolasi di Kampung Batubulan lantaran jalan tertutup guguran lava Karangetang, dijemput oleh kepala sekolah dan guru, Minggu (10/2/2019).
Mereka sudah tidak bersekolah sejak awal terjadinya guguran lava yang menutupi jalan dan jembatan yang sering mereka lalui saat ke sekolah.
"Kami jemput mereka dan ditampung di sekolah. Itu merupakan kebijakan kami karena besok sudah sekolah, khususnya Kelas 9 yang sudah akan dimulai UNBK," jelas Katrina Gandaria SPd, Kepala SMP Negeri 1 Sibarut.
Ia mengatakan, semua kebutuhan siswa selama di penampungan dijamin.
Baca: Karangetang Belum Aman, Kepulan Asap dari Guguran Lava Masih Terlihat
Baca: Layani Korban Karangetang, Dokter Yoraine Belum Sempat Pulang Rumah
Baca: Ada 4 Pengungsi Karangetang Sedang Hamil, Satu Orang Akan Melahirkan
Jumlah siswa yang dibawa dari Batubulan ada 14 siswa, satu siswa masih di Batubulan, dan yang berada di shelter Paseng 5 orang, sehingga total ada 20 siswa.
"Kami siapkan satu ruangan olahraga dan satu ruangan perpustakaan," jelasnya.
Sindriyani Makapunas, siswa Kelas 9, mengaku senang bisa ke sekolah kembali karena sedikit lagi akan ujian.
"Memang terganggu belajar karena bencana alam ini. Tapi tak apa-apa disuruh tinggal di sekolah supaya bisa fokus ikut ujian," katanya.
Ia menjelaskan, biasa saat ke sekolah mereka hanya berjalan kaki saja sekitar 1,5 jam dari Batubulan ke Kiawang. (*)