Kecelakaan di Kairagi
Ayah Marcelino Mongi, Korban Kecelakaan Kairagi Menangis Histeris di RSUP Kandou: Apa Kita pe Salah?
Ayah Marcelino Mongi (18) korban kecelakaan lalu lintas di Jalan AA Maramis, Kairagi Manado tampak menangis histeris
Penulis: Tirza Ponto | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Carly Mongi, Ayah Marcelino Mongi (18) korban kecelakaan lalu lintas di Jalan AA Maramis, Kairagi Manado tampak menangis histeris di depan RSUP Kandou Manado, Minggu (10/02/2019) sekitar pukul 17.35 Wita
Pria asal Perumahan Taman Sari, Kecamatan Mapanget ini terus menangis melihat jasad anaknya terbujur kaki di ruang jenazah RSUP Kandou.
Carly Mongi terus menangis dan memeluk jenazah Marcelino Mongi (18) SMA Kristen Eben Haezar Manado ini mengalami kecelakaan tunggal.
"Oh Tuhan, kiapa kong jadi bagini dang? Apa kita pe salah sampe kita pe anak jadi bagini," teriak ayah korban sambil menangis.
Sang Ibu dikabarkan sedang berada di Jakarta. Sehingga belum datang melihat korban di ruang pemulasaran RSUP Kandou Manado.
"Dia pe mama di Jakarta kasiang," ujar rekan-rekan korban.
Diketahui, Marcelino Mongi (18) mengalami kecelakaan lalu lintas yang terjadi di ruas jalan Jalan AA Maramis, Kairagi, tepatnya di turunan Jalan raya mengarah ke Kantor Tribun Manado, Minggu (10/02/2019) siang, sekitar pukul 14.00 Wita.
Korban meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju ke RSUP Prof Kandou Manado akibat luka robek di bagian kepala sampai tempurung kepalanya retak.
Baca: BREAKING NEWS: Seorang Pria Alami Kecelakaan di Kairagi, Tampurung Kepala Berserakan di Jalan
Baca: Ini Identitas Korban Tewas Kecelakaan di Jalan AA Maramis Kairagi: Lino Bukang Ngana ini Toh?
Baca: VIDEO Kecelakaan Maut di Kairagi, Warga Kerumuni Tubuhnya hingga Darah Bercucuran dari Kepala

Teman-teman Histeris
Amatan tribunmanado.co.id, sampai saat ini sekitar pukul 17.20 Wita, keluarga korban belum berada di ruang pemulasaran RSUP Kandou Manado.
Puluhan teman sekolahnya berdatangan dan berkumpul di depan ruang pemulasaran RSUP Kandou Manado sambil teriak dan meneteskan air mata.
"Dia satu sekolah deng torang di SMA Kristen Eben Haezar Manado," ujar salah satu temannya yang teriak dengan menangis.
"Lino, kiapa kong so bagini dang? Bukang ngana ini toh ?," teriak teman-temannya yang terus menangis di depan RSUP Kamdou Manado.
"Nda mo pulang-pulang torang kalu bagini Lino. Talalu bae ngana pa torang kasiang eee," terdengar teriakan lagi dari teman-temannya.
Ada juga yang teriak, "Tamang, torang pe kawan so nda ada kasiang. Bagimana ini ?," teriak salah satu rekan sekolahnya.
Baca: Jalur Maut Kairagi Kembali Minta Tumbal, Tukang Bakso dan Ojek Ini Akui Sering Lihat Sosok Wanita
Baca: Begini Kondisi Sajjad, Warga Afganistan yang Bakar Diri di Rudenim Manado, Teriak Kesakitan, Parah?
Baca: Cerita Sajjad, Pemuda asal Afganistan di Rudenim Manado soal Aksinya Bakar Diri
Baca: 2 Warga Afganistan di Rudenim Manado Lakukan Bakar Diri, Sajjad: Kami Bukan Pembuat Kriminal
Baca: 2 Warga Afganistan Bakar Diri, Kepala Rudenim Manado: Status Mereka Immigratoir

Tampurung Kepala Berserakan di Jalan
Kecelakaan Lalu Lintas terjadi di Jalan AA Maramis, Kairagi, tepatnya di turunan jalan raya mengarah ke Kantor Tribun Manado, Minggu (10/02/2019) sekira pukul 14.00 wita.
Menurut warga yang berada di lokasi kejadian, sosok belakangan diketahui Mercelino Mongi, mengendarai sepeda motor besar CB 150 berwarna hitam berstiker ungu putih .
"Saat kecelakaan itu terjadi, saya ada di depan rumah saya. Tiba-tiba motor itu sudah terpelanting ke aspal," kata Felia Suka, warga Kairagi.
"Sedangkan si pengendara tubuhnya terlepar beberapa kali sebelum akhirnya kepalanya membentur pembatas jalan," tambahnya
Lanjut Felia, sebelum kejadian, ia terlebih dahulu mendengar suara motor yang saling kejar-kejaran.
"Iya tadi dengar suara bising motor kejar-kejaran. Jadi sih motor hitam yang dikendarai korban itu sedang mengejar motor racing yang ada di depannya. Namun saya kurang tahu apa yang menjadi penyebab ia mengejarnya," tambah warga lainnya bernama Ebe kepada Tribunmanado.co.id di lokasi kejadian.
"Pokoknya saya kaget motor itu sudah jatuh dan pria yang pakai kaus hitam menggunakan kaca mata itu sudah terlempar ke jalan," tambahnya
Mercelino Mongi yang mengendarai motor CB 150 itu mengalami luka yang cukup serius di kepala.
Terlihat juga beberapa bagian tempurung kepalanya berserakan di lokasi kejadian.
Darah mengumpal juga masih terlihat di lokasi.
Ada juga kacamata hitam dan sepeda motor tertinggal di lokasi.
Tonton Videonya:
Kecelakan di Malalayang
Dua jam sebelumnya terjadi kecelakaan lalu lintas di Kota Manado pada, Minggu (10/02/2019) siang, sekitar pukul 12.00 Wita.
Tabrakan terjadi antara mobil Xenia warna hitam DB 1834 AU dan mobil Grand Max Pick Up warna hitam DB 8278 LD
Tabrakan terjadi di ruas Jalan Wolter Mongisidi, tepatnya di kompleks pintu keluar RSUP Kandou Manado.
Peristiwa berawal, mobil Xenia yang dikendarai Agus Wibowo (35), warga Kota Bitung, sambil memuat empat warga masing-masing bernama Kasmarudin (36), Abu Balqist (33), Andik Sulistiawan (33) dan bayi perempuan Balqist Mamonto (4), semuanya warga Kota Bitung, dari Kota Kotamobagu dengan maksud pulang ke Kota Bitung.
Agus, sang sopir diduga mengantuk mengendarai mobil saat melintas di lokasi kejadian
Akobatnya, mobil yang ditunggangi mereka oleng ke kanan dan menabrak mobil Grand Max yang dikendarai Meifry Munde (24), warga Jalan Sea, Kecamatan Malalayang, saat menuju ke Desa Kalasey, Kabupaten Minahasa.
Akibat peristiwa tersebut, Meifry mengalami luka robek di bagian kepala.
Sementara Kasmarudin juga mengalami luka robek di bagian kepala.
Korban lainnya mengalami luka lecet, dan benturan.
Warga yang melihat peristiwa tersebut, langsung terkumpul di lokasi kejadian, dan menyelamatkan para korban. Selanjutnya, para korban dilarikan ke RSUP Kandou Manado untuk mendapati perawatan medis.
Kasat Lanta Polresta Manado AKP Risno Luas, mengakui adanya adanya peristiwa kecalakan lalu lintas tersebut.
"Anggota saya sudah lakukan olah TKP dan dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa," bebernya.
TONTON JUGA: