Basarnas Ungsikan 190 Orang dari Lahar Karangetang: Begini Cerita Bupati Diadang Ombak
Bencana erupsi Gunung Karangetang naik status. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Padahal di kapal tersebut membawa bantuan tambahan untuk warga Batubulan. Akhirnya Bupati dan rombongan hanya memantau aliran lava dari atas kapal.
"Tadi cuaca kurang bagus sehingga kapal tidak bisa merapat ke dermaga kecil, sehingga bantuan tambahan tidak bisa dikirimkan," jelasnya.
Namun menurutnya, kemarin juga bantuan bencana dari Dinsos dan BPBD Sitaro sudah dikirim, dan tadi juga Polres Sangihe sudah mengirimkan bantuan ke Batubulan.
"Jadi stok bahan makanan di sana masih mencukupi," ujarnya.
Ia mengatakan, diupayakan juga agar bisa suplai bantuan via darat. "Sementara kerjabakti dari Nameng dan Batubulan, supaya di usahakan jalan tembus, belum tau sampai kapan tapi harapan bisa lebih cepat," jelasnya.
Ia menjelaskan, jalur darat tersebut nantinya akan menjadi alternatif jika cuaca buruk, namun jika cuaca bagus lebih mudah penyaluran bantuan via laut.
Ia mengatakan, bahwa hari ini BPBD dan Dinsos Sitaro sudah mulai memindahkan pengungsi di GMIST Nazareth Niambangeng. Ia berterima kasih kepada Basarnas yang membantu dalam pemantauan aliran lava dan upaya penyaluran bencana. "Sebab lebih mudah pantau aliran lava dari laut," jelasnya.
Ia menambahkan, sudah menaikkan status menjadi tanggap darurat lantaran aktivitas gunung Karangetang yang semakin meningkat.
Herce Raintama, Kapten KN SAR Bima Sena mengatakan, bahwa mereka membawa kru Basarnas 30 orang, terdiri ABK 18 orang, sisanya tim darat. "Kami standby menunggu petunjuk apakah status gunung dinaikkan atau diturunkan, termasuk langkah evakuasi kami siap," jelasnya.
Ia menambahkan, tidak jadi merapat karena cuaca yang buruk. "Kami pertimbangkan bukan hanya barang saja tapi jiwa yang utama," ujar dia. (amg)