Basarnas Ungsikan 190 Orang dari Lahar Karangetang: Begini Cerita Bupati Diadang Ombak
Bencana erupsi Gunung Karangetang naik status. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, SIAU - Bencana erupsi Gunung Karangetang naik status. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) menetapkan status penanganan bencana tanggap darurat dari sebelumnya siaga darurat. Artinya, Pemkab Sitaro mengambil alih seluruh kegiatan penanganan bencana.
Demikian keputusan saat rapat bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Asisten I Pemkab Sitaro, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro, Pemantau Gunung Karangetang, satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Sitaro, TNI-Polri dan stakeholder terkait lainnya di ruang Media Center BPBD Sitaro, Rabu (6/2/2019) tengah malam.
"Setelah rapat kita sepakat status penanganan bencana dinaikkan menjadi tanggap darurat sejak malam ini (Rabu), supaya mulai besok (Kamis) semua kegiatan penanganan bencana erupsi Karangetang akan dilaksanakan oleh komandan tanggap darurat yang akan dikomandani Kepala BPBD sebagai ex oficio dari Sekda Sitaro," kata Kepala BPBD Sitaro, Bob Wauten.
Ia mengatakan, alasan utama dinaikkan status menjadi tanggap darurat, tingkat ancaman sudah melebar, akibat erupsi Karangetang materialnya sudah melebar. Beberapa area yang harus disterilkan bertambah dari satu area menjadi tiga area, yaitu Batubulan, Kawahang, Dusun Beba dan Niambangeng.
"Menjadi dasar pemda menaikkan status penanganan bencana juga sesuai dengan rekomendasi dari tim yang terdiri dari PVMBG dan BNPB. Sehingga jadi dasar yang cukup untuk penetapan masa tanggap darurat mulai hari ini," kata dia.
Ia mengatakan, ada tindakan tambahan yang akan dilakukan pasca dinaikkannya status tanggap darurat.
"Rencana ada evakuasi lanjutan, terutama yang sudah siap terutama pengungsi di GMIST Nazareth Kawahang," jelasnya.
Memang, menurutnya, untuk di gereja memang masih aman dari jangkauan material guguran lava, tapi di Niambangeng dan Beba sudah berjarak sekitar 100 meter sehingga semua diungsikan di GMIST. "Namun kondisinya tidak memungkinkan jadi kami akan pindah ke lokasi yang lebih bagus tempatnya," ujar dia.
Ia mengatakan, pada status tanggap darurat ada perlakuan beda terhadap masyarakat. "Saat siaga darurat kita tidak bisa paksa seseorang untuk pindah dari satu lokasi yang dinyatakan daerah steril, tapi kalau sudah tanggap darurat upaya paksa bisa dilakukan karena di situ sudah ada ancaman nyata terhadap keselamatan atau jiwa dari masyarakat," ujar dia.
Sedangkan yang lainnya masih sama dengan saat siaga darurat. Karena keadaan darurat itu ada tiga bagian siaga darurat sebelum atau berpotensi adanya bencana. Tanggap darurat sudah betul terjadi bencana dan darurat transisi setelah keadaan bencana terjadi.
"Sekarang kan bencana sudah nyata, bencana terjadi, sehingga kita sudah nyatakan sudah cukup untuk menetapkan tanggal darurat," ujar dia.
Ia menjelaskan, terkait upaya paksa yang bisa dilakukan jika masyarakat menolak dievakuasi saat status tanggap darurat tidak akan tabrak aturan. "Terkadang kebaikan itu relatif, menurut dia baik tapi untuk dia sendiri sebenarnya tidak baik, makanya kita perlu tetapkan status ini, sehingga saat upaya paksa kita tidak melanggar prosedur penanganan bencana," ujarnya.
Menurutnya, status tanggap darurat ini berlaku selama tujuh hari, namun bisa diperpanjang sesuai keperluan.
"Sebenarnya batas 14 hari, namun jika dirasa kurang, bisa diperpanjang beberapa kali tanpa ada batasan waktu, sesuaikan dengan situasi dan kondisi. Jika sudah kemudian masuk pada darurat transisi," kata dia.
Radito Pramono Susilo, Kasubdit Penyiapan Sumberdaya BNPB mengatakan, status penanggulangan bencana sudah dinaikkan menjadi tanggap darurat dengan pertimbangan situasi dan kondisi di lapangan membutuhkan peningkatan status.
"Bisa dilihat dari sudah terjadinya erupsi, sudah ada ancaman, evakuasi, sudah ada kerusakan, dan daerah terisolir," jelasnya.
Kehadiran BNPB untuk mendampingi pemda dalam pelaksanaan operasi penanganan darurat. "Apabila ada masukan yang sekiranya bisa bermanfaat dalam pelaksanaan operasi ini semoga bisa digunakan oleh BPBD dan pemda," kata dia.