Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Basarnas Ungsikan 190 Orang dari Lahar Karangetang: Begini Cerita Bupati Diadang Ombak

Bencana erupsi Gunung Karangetang naik status. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Tribun manado / Alpen Martinus
Penyaluran Bantuan Bencana Gunung Karangetang Via Laut 

Jumlah pengungsi yang terdampak guguran lava Karangetang bertambah. Warga di Kampung Kawahang Dusun Beba dan Niambangeng diungsikan lantaran guguran lava di Kali Malebuhe dan Batuare semakin melebar.
Evakuasi dilakukan oleh Tim Basarnas, mereka langsung dibawa ke GMIST Nazareth Niambangeng, untuk bergabung bersama pengungsi lainnya.

Menurut Camat Sibarut Catrine Lukas saat ini jumlah pengungsi di GMIST Nazareth Niambangeng Kawahang sudah mencapai 132 orang. "Pengungsi warga Kawahang 110 orang dan pengungsi Batubulan 22 orang," jelasnya, Kamis (7/2).

Sedangkan pengungsi di SD GMIST Batubulan tetap 58 orang. Sehingga total saat ini mencapai 190 orang. Ia mengatakan, warga lainnya sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman, dan dipindahkan ke shelter di Paseng khusus pengungsi di Kawahang.

Menurutnya, sejauh ini untuk kebutuhan sehari-hari pengungsi sudah terpenuhi, khususnya makanan dan obat-obatan.

Lava Karangetang
Lava Karangetang (Tribun Manado)

Banjir Lahar Mengancam

Didi Wahyudi, Petugas Pengamatan Gunung Karangetang menjelaskan, bahwa memang aktivitas guguran lava masih tinggi.

"Potensi untuk melebarkan dan terjadinya guguran masih bisa terjadi," jelasnya. Termasuk hembusan masih berpotensi terjadi. "Namun untuk kuatnya masih belum bisa diprediksi," ujar dia.
Ia menambahkan, secara visual terlihat asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 150 meter di atas puncak kawah.

Asap kawah dua putih sedang dan tebal tinggi sekitar 100 meter. "Suara gemuruh lemah sesekali terdengar," jelasnya. Untuk aktivitas kegempaan.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Karangetang minta warga dari Kampung Batubulan, Kawahang, dusun Niambangeng dan Beba dievakuasi keluar zona bahaya.

Imbauan tersebut keluar berdasarkan pengamatan hingga Kamis pukul 00.01 Wita. "Kalau secara visual tidak terlihat, namun suara gemuruh lemah sampai agak kuat terdengar di pos, bahkan bau belerang juga tercium lemah," jelas Yudia Tatipang, Kepala Pos Pemantau Gunung Karangetang, Kamis kemarin.
Tingkat aktivitas gunung Karangetang level III atau siaga.

Berdasarkan status tersebut, mereka merekomendasikan agar masyarakat dan pengunjung agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona bahaya yaitu radius 2,5 km dari puncak kawah dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan). Juga area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah barat-barat laut sejauh 3 km dan ke arah barat laut-utara sejauh 4 km.

Masyarakat yang berada di area barat laut-utara dari Kawah Dua, di antaranya Dusun Niambangeng, Beba dan Kampung Batubulan agar dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas guguran Karangetang ke luar zona bahaya.

Masyarakat di sekitar gunung Karangetang dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.
Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai yang berhulu dari puncak gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

Ombak Halau Kapal Bupati-Wabup

Upaya Bupati Sitaro Evangelian Sasingen dan Wakil Bupati John Palandung menemani warga Kampung Batubulan, Kecamatan Siau Barat Utara, gagal. Kampung ini terisolir lantaran guguran lava gunung Karangetang gagal lantaran cuaca buruk.

Dari Pelabuhan Pehe, Bupati dan rombongan naik KN SAR Bima Sena milik Basarnas Manado. Namun perjalanan, ombak besar terjadi, kapten kapal berusaha untuk merapat ke dermaga kecil di Kampung Batubulan, namun tidak bisa, sehingga kapal memutar untuk kembali ke pelabuhan.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved