Heboh Video Mesum Beredar di Minahasa, Polsek Langowan: Kasusnya Sudah Ditutup

Warga Langowan, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, dihebohkan beredarnya video mesum yang beredar lewat chatting personal

Heboh Video Mesum Beredar di Minahasa, Polsek Langowan: Kasusnya Sudah Ditutup
Screenshot Video
Heboh Video Mesum Menyebar di WhatsApp, 

TRIBUNMANADO.CO.ID, LANGOWAN - Warga Langowan, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, dihebohkan beredarnya video mesum yang beredar lewat chatting personal dan lewat grup WhatsApp, sejak Kamis (21/1/2019).

Video berdurasi 19 detik ini menampilkan sepasang muda mudi tanpa busana yang berhubungan intim

Kapolsek Langowan Iptu Mardy Tumanduk mengakui adanya video mesum tersebut awalnya beredar di area pengawasan Polsek Langowan, tapi peristiwa itu sudah sejak September 2018 silam. Kini kasusnya sudah ditutup.

"Waktu publik dihebohkan dengan video itu pada September yang lalu. Kami sempat berunding dengan pihak keluarga dan pihak sekolah pasangan tersebut, tapi kedua pihak memilih untuk menyelesaikannya sendiri dan tidak perlu dilanjutkan lebih dalam," ujar Kapolsek saat diwawancarai tribunmanado.co.id, pada Rabu (06/02/2019).

Dia mengungkapkan awal video mesum tersebut beredar bermula saat smartphone seorang pemeran dalam video mesum tersebut dipinjam oleh temannya. Sehingga secara tidak sengaja ketahuan dan ikut tersebar.

"Tapi sekarang tidak ada laporan kembali soal masalah video tersebut, ditambah hubungan kedua pasangan itu diketahui telah berakhir," lanjut Kapolsek.

Baca: BREAKING NEWS - Pembunuhan di Perkamil, Seorang Pria Tewas Dibunuh Anak Tirinya, Berawal Adu Mulut

Baca: Kematian Fidyawati Bonde Masih Misteri, Tetangga Ungkap Kejanggalan Penemuan Mayat Tanpa Busana

Iptu Mardy Tumanduk Kapolsek Langowan
Iptu Mardy Tumanduk Kapolsek Langowan (TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS)

 Ancaman Pidana

Beredarnya video mesum sepasang kekasih yang diduga warga Langowan, Kabupaten Minahasa mendapat tanggapan Pengamat Hukum Toar Palilingan SH MH.

"Penyebar video porno ini bisa dikenakan Pasal 29 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan terancam hukuman pidana paling sedikit 6 bulan dan maksimal 12 bulan," ujarnya.

Ditambahkannya, seperti tertulis di Undang-undang nomor 11 tahun 2018 tentang ITE pasal 27 ayat 1.

Halaman
123
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved