Lava Gunung Karangetang

Disdik Sitaro Beri Dispensasi Siswa di Daerah Terdampak Bencana Guguran Lava Karangetang

Dinas Pendidikan Sitaro memberikan dispensasi kepada sekolah yang terdampak bencana alam guguran lava gunung Karangetang

Disdik Sitaro Beri Dispensasi Siswa di Daerah Terdampak Bencana Guguran Lava Karangetang
Tribun manado / Alpen Martinus
Pengungsi siswa SD di Gunung Karangetang mendapat dispensasi 

Disdik Sitaro Beri Dispensasi Siswa di Daerah Terdampak Bencana Guguran Lava Karangetang

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Dinas Pendidikan Sitaro memberikan dispensasi kepada sekolah yang terdampak bencana alam guguran lava gunung Karangetang.

"Ada satu sekolah SD di Batubulan dan satu SD di Kawahang," ujar Robert Kahiking Kepala Dinas Pendidikan Sitaro, Selasa (5/2).

Ia menjelaskan, sudah menyampaikan ke kepala sekolah masing-masing sekolah agar melihat situasi dan kondisi, serta perkembangan guguran lava tersebut.

"Kami sudah konfirmasi kepsek, sebab mereka minta petunjuk kami, saya sampaikan lihat situasi, kalau ada petunjuk dari tim evakuasi, liburkan saja dan menyingkir ke tempat yang ditentukan," ujarnya.

Baca: VIDEO Gunung Karangetang Erupsi - Guguran Lava Setinggi 50 Meter Tutupi Jalan, Ujung Lelehan ke Laut

Baca: BREAKING NEWS: Guguran Lava Gunung Karangetang Setinggi 50 Meter Tutupi Jalan Kawahang- Batubulan

Baca: DPRD Sitaro Berikan Bantuan kepada Korban Bencana Karangetang

Baca: Cerita Pengungsi Karangetang, Bernice Terpaksa Pinjam Baju

Ia mengatakan, agar mereka jangan memaksakan diri untuk bersekolah jika kondisinya tidak memungkinkan.

"Jangan paksakan belajar, ingat kesehatan siswa juga. Cuma memang yang harus diperhatikan yaitu siswa kelas 6 yang akan menghadapi ujian akhir," jelas dia.

Guguran Lava Gunung Karangetang Setinggi 50 Meter
Guguran Lava Gunung Karangetang Setinggi 50 Meter (TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS)

Ia mengatakan, imbauan tersebut juga berlaku untuk sekolah yang terkena dampak gunung Karangetang.

Selia Piahiang siswa kelas 6 SD Kawahang nampak asik bermain dengan teman sebayanya di pengungsian di gedung gereja GMIST Nazaret Niambangeng.

"Kemarin libur, katanya besok masuk sekolah," ujarnya. Ia mengaku ingin tinggal di rumah lantaran tidak enak tinggal di tempat mengungsi.

Sementara itu, Katerina Gandaria kepala SMP Negeri Siau Barat Utara mengatakan ada 19 siswa yang berasal dari Batubulan.

"Kami berikan dispensasi kepada mereka hingga situasi normal kembali," ujarnya. (amg)

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved