Pasien DBD Melonjak, Beberapa Pasien Dirawat di Gang Ruang Irina E RUSP Kandou, Ini Tanggapan Dirut

Pasien DBD Melonjak, Beberapa Pasien Dirawat di Gang Ruang Irina E Prof Kandou, Ini Tanggapan Dirut

Pasien DBD Melonjak, Beberapa Pasien Dirawat di Gang Ruang Irina E RUSP Kandou, Ini Tanggapan Dirut
istimewa
Pasien DBD dirawat di gang Irina E RSUP Prof Kandou 

Pasien DBD Melonjak, Beberapa Pasien Dirawat di Gang Ruang Irina E Prof Kandou

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sebelas ranjang berjejeran di gang ruang rawat inap Irina E RSUP Prof Kandou, Manado.

Di atas ranjang itu, terbaring anak-anak yang mendapatkan perawatan. Orangtua dan keluarga menemani mereka. Pengunjung lain juga menambah ramai gang selebar tiga meter tersebut, Selasa (8/1/2019) kemarin.

Di salah satu ranjang yang berjejeran itu terbaring Iqbad Lutfi (9), seorang anak laki-laki menggunakan kemeja biru motif garis dan bercelana pendek.

Wajah yang lesu menununjukkan raganya dalam keadaan lemas, infus tertancap di tangannya. Ayahnya dan ibunya menemani di samping ranjang dan memberikan semangat. Dua perawat sedang memberikan perawatan kepada pasien.

Pasien di Gang Ruang Irina E RSUP Prof Kandou
Pasien di Gang Ruang Irina E RSUP Prof Kandou (tribun manado)

“Dari ujung sampai ujung di gang ini, semuannya pasien DBD,” ujar perawat yang sedang sibuk menangani pasien.

Iqbal sudah sejak hari Minggu malam dirawat di RS Kandou, sebelumnya dia dirujuk dari RS Wolter Mongisidi.

Ayah pasien, Mokaro, warga Banjer Lingkungan 5 ini mengatakan, walau hanya dirawat di gang tidak menjadi masalah, terpenting adalah pelayanan perawatan di RS Kandou yang dirasakan sangat baik, bahkan dokter sudah tak dapat dihitung datang mengecek keadaan pasien.

"Tidak masalah kita berada di gang ini, yang terpenting pelayanan Rumah Sakit sudah sangat baik, dan tak bisa dihitung berapa kali dokter datang mengecek keadaan kami dan memberikan obat,"tuturnya

Mengenai fogging di sekitar rumahnya, Mokaro mengatakan, belum tahu, karena dia masih menemai anaknya di rumah sakit. Sebelumnya dia mengatakan belum ada fogging dan harapannya
pemerintah melakukan fogging.

"Belum tahu kalau sudah ada atau belum, saya belum pulang sejak pertama kali anak saya masuk di sini, harapan saya pemerintah bisa melakukan foging seluruh tempat yang ada" tutupnya.

Direktur Utama RSUSP Prof Kandou Dr dr Jimmy Panelewen, SP.B-KBD mengatakan, pasien yang dirawat di gang, karena kelebihan kapasitas.

Dirut RSUP Prof Kandou Dr dr Jimmy Panelewen
Dirut RSUP Prof Kandou Dr dr Jimmy Panelewen (tribun manado)

Ruangan yang diperuntukan untuk merawat pasien DBD sudah terisi penuh, dan sudah diberikan instruksi agar permasalahan ini dapat ditangani

"Memang bisa dikatakan over capacity, saya sudah menginstruksikan ruang rawat inap yang relatif untuk penyakit lain sepanjang itu tidak menular akan digunakan, dan untuk fasilitas penunjang lainnya,” ujarnya.

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved