Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Biografi Tokoh Dunia

Pu Yi, Kaisar Terakhir China

Pu Yi atau dipanggil Henry Puyi ataupun Puyi merupakan kaisar terakhir China yang berasal dari Dinasti Qing yang memerintah 1908 hingga 1912.

Editor:
tubagbohol.mikeligalig.com
Pu Yi, Kaisar Terakhir China 

Dia berkuasa dengan nama Datong. Puyi percaya Manchukuo merupakan awal dari impiannya untuk kembali meraih Tahta Naga dan menjadi Kaisar China.

Pada 1 Maret 1934, dia menjadi Kaisar Kangde untyk Manchukuo. Dia diawasi oleh staf senior Yoshioka Yasunori, yang bertindak sebagai Atase Kerajaan di Manchukuo.

Yasunori berindak sebagai mata-mata bagi Puyi, dan mengontrolnya dengan mengintimidasi dan menakutinya. Dikabarkan Puyi sempat mengalami beberapa percobaan pembunuhan.

Dia memerintah sebagai kaisar di Manchukuo hingga 15 Agustus 1945, atau saat berakhirnya Perang Sino-Jepang Kedua.

5. Masa Akhir dan Kematian

Uni Soviet menduduki Manchuria setelah mengalahkan Tentara Kwantung. Kekalahan Jepang di Perang Dunia II berimbas kepada keputusan Puyi untuk melarikan diri ke Jepang.

Namun pada 16 Agustus 1945, dia ditangkap Pasukan Merah Soviet, dan di bawa ke kota Siberia, Chita, sebelum ke Khabarovsk.

Setelah Mao Zedong dan Partai Komunis China-nya mendirikan Republik Rakyat China di 1949. Negosiasi antara Soviet dan China membuahkan repatriasi Puyi.

Di 1966, Mao membuat Revolusi Kebudayaan dan milisi muda Penjaga Merah melihat Puyi, yang dianggap simbol Kekaisaran China, sebagai target mudah.

Dia ditempatkan dalam perlindungan biro keamanan publik setempat. Meski fasilitasnya sebagai kaisar dihapus, dia tak dipermalukan secara umum.

Dia dianggap penjahat perang selama 10 tahun sebelum mendapat pengampunan di 1959. Puyi meninggal akibat kanker ginjal dan penyakit liver pada 17 Oktober 1967 dalam usia 61 tahun.

Sejak 1964 hingga kematiannya, Puyi sebagai editor departemen gambar Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China dengan gaji 100 yuan per bulan.

Sesuai aturan pemerintah, jenazah Puyi dikremasi, dan abunya sempat ditempatkan di Pemakaman Revolusi Babaoshan.

Di 1995, atas permintaan permaisuri terakhirnya LI Shuxian, abu Puyi dipindahkan ke Pemakaman Kekaisaran Hualong.

TAUTAN AWAL: KOMPAS.COM

Sumber: Kompas.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved