Biografi Tokoh Dunia
Pu Yi, Kaisar Terakhir China
Pu Yi atau dipanggil Henry Puyi ataupun Puyi merupakan kaisar terakhir China yang berasal dari Dinasti Qing yang memerintah 1908 hingga 1912.
Selama di Kota Terlarang, perkenalan Puyi dengan negara asing adalah melalui seorang pria Inggris bernama Sir Reginald Johnston.
Tiba di Kota Terlarang pada 3 Maret 1919, Johnston mengenalkan Puyi tidak hanya negaranya, namun juga buku China dengan gaya penulisan baru.
Mendapat buku dan majalah itu menginspirasi Puyi yang mengguratkan tulisannya dalam sebuah puisi anonim dalam publikasi China Baru.
Johnston juga mengenalkan teknologi seperti sepeda, film, maupun telepon kepada kaisar terbuang itu, yang segera terpengaruh dengan budaya Barat.
Dia memotong gaya rambut que, dan mulai mengenakan pakaian ala Barat, serta meminta kasimnya untuk mulai memanggilnya Henry.
23 Oktober 1924, Panglima Feng Yuxiang mengambil alih Beijing dalam sebuah kudeta, dan mengumumkan pembatalan Artikel Penanganan Kaisar.
Keputusan itu tidak hanya menghapuskan segala hak khusus yang diterima Puyi. Namun juga membuatnya sebagai warga sipil, dan terusir dari Kota Terlarang.
Diusir dari istananya, Puyi sempat tinggal di rumah ayahnya selama beberapa hari sebelum menuju Kedutaan Besar Jepang di Beijing, dan tinggal di Tianjin pada 23 Februari 1925.
4. Menjadi Penguasa Boneka Manchukuo
September 1931, Puyi mengirim surat kepada Menteri Perang Jepang Jiro Minami. Menyatakan keinginannya untuk kembali menjadi kaisar.
Malam hari pada 18 September 1931, terjadi Insiden Mukden di mana pasukan Kwantung Jepang meledakkan jalur kereta milik Perusahaan Manchurian Selatan.
Kwantung menyalahkan insiden itu kepada Marsekal Zhang Xuellang, atau dipanggil "Marsekal Muda", di mana sang ayah "Marsekal Tua" dibunuh oleh Kwantung.
Menjadikan insiden itu sebagai pembenar, Kwantung menyerang Manchuria menggunakan artileri berat yang pernah dipakai menghancurkan barak Zhang di Mukden.
Kenji Doihara, kepala mata-mata Kwantung, mengunjungi Puyi dan menawarkan jabatan sebagai Kepala Negara Manchurian.
24 Februari 1932, Puyi menerima jabatan sebagai Kepala Eksekutif Negara Boneka Manchukuo, dengan pelantikan resmi terjadi pada 1 Maret 1932.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pu-yi-kaisar-terakhir-china-b.jpg)