Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Keluarga Korban Lion Air Gugat Boeing

Perusahaan pesawat The Boeing Company yang bermarkas di Chicago, Amerika Serikat digugat.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Grid.id/Siti Sarah
Istri salah satu korban Lion Air histeris hingga ditenangkan petugas kesehatan 

Managing Director of Lion Air Group, Daniel Putut Kuncoro, mengatakan pihaknya akan segera menyerahkan data 64 orang penumpang pesawat Lion Air PK-LQP yang tak teridentifikasi kepada Dukcapil. Data itu diketahui penting untuk menerbitkan surat kematian terkait asuransi korban.

"Terhadap 189 penumpang yang jadi korban di pesawat JT610, yang belum teridentifikasi 64 orang. Sesuai dengan pertemuan dengan Dukcapil, kami akan menyampaikan data penumpang 64 orang yang belum bisa diidentifikasi kepada Dukcapil," ujar Daniel.

Ia menyebut pihaknya bertanggung jawab penuh untuk memberikan asuransi kepada semua keluarga korban. Adapun, kata dia, Lion Air telah mengantongi data ahli waris para korban pesawat rute Jakarta-Pangkalpinang itu.

Daniel mengatakan asuransi yang akan diserahkan kepada tiap satu korban yakni sebesar Rp 1.250 miliar. Maskapai berlambang kepala singa itu juga memberikan uang bagasi sebesar Rp 50 juta dan uang pemakaman Rp 25 juta.

"Terkait dengan yang sudah data ahli waris lengkap dan sudah kami pastikan disaksikan notaris dan pengadilan. Nanti hari Selasa minggu depan kami akan menyerahkan asuransi sesuai Peraturan Menteri 77 tahun 2011," tukasnya.

Direktur Utama PT Jasa Raharja, Budi Rahardjo menyampaikan, sudah Rp 5,058 miliar yang diberikan kepada ahli waris penumpang korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. Hingga Kamis (22/11) setidaknya sudah 103 ahli waris yang menerima kewajiban yang harus diberikan tersebut. Jumlah yang diberikan, masing-masing sebesar Rp 50 juta.

"Untuk selanjutnya, terutama temuan yang baru ini, akan kami segera berikan ke ahli waris yang sudah terdata sebelumnya," kata dia.

Sejauh ini, jelasnya Jasa Raharja sudah memiliki semua data ahli waris yang akan mendapatkan asuransi, termasuk 64 penumpang yang masih belum teridentifikasi. Hanya satu penumpang asal Italia yang belum dimiliki oleh Jasa Raharja. Oleh karenanya, mereka akan terus berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Italia.

"Kami terus berkomunikasi dan mencari tahu, agar dana ini tetap tersalurkan kepada penumpang yang merupakan warga negara Italia," imbuhnya.

Masih Terima Jenazah

Kapus Dokkes RS Polri, Brigjend Pol Arthur Tampi menjelaskan pihaknya masih akan tetap menerima jenazah penumpang yang menjadi korban kecelakaan Lion Air PK-LQP apabila ada temuan berikutnya. Meski kemarin identifikasi jenazah penumpang Lion Air PK-LQP yang jatuh pada Senin (29/10) lalu, dinyatakan sudah selesai.

"Apabila nanti ada temuan kembali, baik dari Karawang atau Tanjung Priok, kami masih akan menerimanya di RS Polri," kata dia di RS Polri Jakarta.

Brigjen Pol Arthur Tampi juga mengatakan, ada 16 penumpang yang berhasil diidentifikasi. Ia pun membacakan 16 nama penumpang pesawat rute penerbangan Jakarta-Pangkal Pinang itu, termasuk nama Bhavye.
"Hari ini kita dapat mengidentifikasi 16 penumpang. (Bhavye Suneja) Ini tercatat sebagai pilot," ujar Arthur.

Dari awal pencarian tertanggal 29 Oktober hingga 23 November 2018, ia menyebut tim Disaster Victim Identification (DVI) secara total berhasil mengidentifikasi 125 penumpang. Dari jumlah itu, terdapat 123 warga negara Indonesia (WNI) dan 2 warga negara asing (WNA).

Dua korban WNA itu berasal dari Italia dan India. "Telah teridentifikasi sebagai 125 penumpang, dengan rincian sebagai berikut, laki-laki 79 orang, perempuan 46 orang," kata dia.
"Berdasarkan kewarganegaraan, warga negara Indonesia 123 orang, warga negara asing 2 orang," imbuhnya.

Adapun 16 penumpang yang berhasil diidentifikasi kemarin adalah sebagai berikut :
1. Hendra Tanjaya
2. Muhammad Ikhsan Riyadi
3. Agil Septian Nugroho
4. Fais Saleh Harharah
5. Liu Chandra
6. Cici Ariska
7. Rumadi Ramadhan
8. Chandra Hasan
9. Ervina Kusumawijayanti
10. Rangga Adiprana
11. Putty Fatikah Rani
12. Henny Heuw
13. Arfiyandi
14. Bhavye Suneja
15. Yoga Perdana
16. Sui Di
(Tribun Network/dit/ryo/wly)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved