Bursa Saham Disetir Rapat BI dan Minyak

Sentimen Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) akan membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan

Bursa Saham Disetir Rapat BI dan Minyak
kompas.com
Kilang minyak bumi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Sentimen Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) akan membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepekan ke depan. Pelaku pasar menunggu kepastian terkait kebijakan BI soal suku bunga acuan atawa Bi 7-day reverse repo rate (7-DRR).

Analis menilai skenario terburuk justru terjadi jika BI menahan suku bunga. "IHSG kemungkinan terkoreksi karena pelaku pasar lebih melihat ke nilai tukar rupiah," ujar Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee, akhir pekan lalu (18/10).
Maklum, pelaku pasar meyakini suku bunga acuan The Fed bakal naik Desember nanti. Dus, pelaku pasar berharap BI mengantisipasi dengan mengerek suku naik bunga acuan.

Sebaliknya, jika BI menahan suku bunga, pasar melihat potensi depresiasi rupiah berlanjut. Hal ini berpotensi membuat indeks saham melemah.

Musim rilis kinerja

Tapi Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper melihat, BI belum akan menaikkan bunga acuan. Menurut dia, terlalu cepat jika BI menaikkan suku bunga pada saat ini.

Baca: Prediksi Rupiah: Peluang Penguatan, IHSG Dibayangi Sentimen

Dengan asumsi suku bunga tetap, IHSG diprediksi akan bergerak konsolidasi. Namun ada potensi koreksi, lantaran investor akan mengamankan portofolio jelang pengumuman BI. "Rilis kinerja keuangan diharapkan menopang IHSG," imbuh Dennies.

Analis menyarankan investor mengatur strategi menghadapi kebijakan BI soal suku bunga. Jika bunga BI naik, hindari saham perbankan dan properti. Sebaliknya, lirik saham infrastruktur dan konstruksi BUMN yang punya arus kas perusahaan baik jelang akhir tahun.

Hans merekomendasikan buy saham WIKA, WTON dan JSMR dengan target harga masing-masing Rp 1.711,Rp 525, Rp 5.311. Semuanya merupakan target harga sampai tahun depan.

Sentimen Penurunan Harga Minyak

Cadangan pasokan minyak Amerika Serikat (AS) meningkat. Alhasil, harga minyak dunia memasuki tren penurunan.
Pada perdagangan Jumat (19/10) lalu, harga West Texas Intermediate (WTI) di pasar NYMEX untuk pengiriman November 2018 tercatat naik 0,68% menjadi US$ 69,12 per barel. Dalam sepekan harga minyak turun 3,11%

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved