Apindo Sulut
Apindo Sulut: Direct Call Dorong Roda Ekonomi Sulawesi Utara Berputar Lebih Cepat
Direct Call dari Manado ke negara-negara Asia Timur seperti Tiongkok, Korea dan Jepang bahkan Eropa terus digaungkan.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Glendi Manengal
Ringkasan Berita:
- Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulawesi Utara, menyebut direct call akan sangat berguna untuk dunia usaha.
- Dengan direct call akan membuat ekonomi Sulawesi Utara berputar lebih cepat dan berdampak positif bagi ekonomi daerah
- Apa itu direct call merupakan pengiriman kargo peti kemas langsung dari pelabuhan asal di dalam negeri ke pelabuhan tujuan di luar negeri, tanpa perlu transit.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulawesi terus gaungkan soal direct call dari Manado ke negara-negara Asia Timur seperti Tiongkok, Korea dan Jepang bahkan Eropa.
Direct Call diketahui merupakan pengiriman kargo peti kemas langsung dari pelabuhan asal di dalam negeri ke pelabuhan tujuan di luar negeri, tanpa perlu transit.
Hal tersebut membuat kalangan pengusaha menilai visi itu merupakan gebrakan yang sangat baik.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulawesi Utara, Nicho Lieke mengatakan, direct call akan sangat berguna untuk dunia usaha.
"Direct call akan membuat roda ekonomi Sulut berputar lebih cepat. Berdampak positif bagi ekonomi daerah," kata Lieke kepada Tribunmanado.co.id, Senin (19/2/2026).
Meskipun demikian, Apindo memberi catatan penting terkait direct call.
Nicho Lieke mengatakan, ekspor langsung ke Tiongkok punya tantangan terkait volume.
"Salah satu tantangan terbesar adalah bagaimana bisa memenuhi standar volume ekspor. Minimal 1000 kontainer per bulan dan itu tidak mudah," kata Lieke usai pertemuan Dubes Luar Biasa RI untuk China dan Mongolia bersama perwakilan UMKM di Megamall Manado.
Ia memberi contoh, PT Futai yang pabriknya di Bitung konstan ekspor produk kertas ke Tiongkok dengan volume rata-rata 300 hingga 1000 kontainer per bulan.
Sebaliknya, kapal yang sama membawa masuk produk aneka buah impor dari Negeri Tirai Bambu.
"Dengan begitu sudah ekspor rutin. Tantangannya memang di situ," katanya.
Baca juga: Update Harga Liontin Batik Seri III Antam Selasa 20 Januari 2026, Dijual Segini per Gram
Lalu bagaimana dengan peluang ekspor UMKM?
Komisaris Utama PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk--produksen minuman Cap Tikus 1978 kebanggaan Sulawesi Utara--mengatakan, ekspor perdana langsung secara mandiri bagi UMKM tidak mudah.
Kalau UMKM ekspor langsung secara mandiri berat karena terkendalanya di volume.
"Karena itu, dia bisa ada semacam papa angkat, ikut gabung ke paket yang besar. Jadi misalnya ada olahan ikan, kelapa, gabung sama Cap Tikus dari kita dan lain-lain," kata Lieke.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Ketua-Apindo-Sulawesi-Utara-Nicho-Lieke-gaungkan-direct-call.jpg)