Breaking News
Senin, 8 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kerajaan Bawah Tanah Kaisar China, Pengawal dan Binatang pun Dibawa ke Alam Kubur

Tulisan Kerajaan Bawah Tanah Kaisar Cina ini pernah dimuat di Majalah Intisari edisi Desember 1986.

Tayang:
Editor: Aldi Ponge

Sampai menjelang napasnya yang penghabisan kaisar masih mengharapkan kembalinya ekspedisi itu, yang mungkin akan membawakannya akar pohon impian itu.

Cita-citanya menjadi manusia yang tidak bisa mati agar bisa terus memerintah, ternyata tidak bisa dicapainya.

Namun, dia bukanlah Qin Shi-huangdi bila menyerah begitu saja dalam tahun-tahun yang makin mempertipis harapannya.

Bila memang tidak ada harapan lagi menjadi penguasa abadi di dunia, maka untuk ke alam baka dia haras membawa serta seluruh miliknya di dunia.

Atau lebih radikal lagi, bila ia memang tidak bisa hidup lagi di dunia, maka kerajaannya, yaitu seluruh dunia, juga harus ikut masuk kubur bersamanya.

Tampaknya kepercayaannya pada tukang sihir memang tidak terlalu besar, karena sejak dia dinobatkan menjadi raja vasal dalam usianya yang baru tiga belas tahun saja, kaisar telah memerintahkan untuk membangun mausoleumnya.

Menurut catatan, sejumlah 700.000 pekerja selama tiga puiuh tahun dikerahkan mengerjakan kuburan serta segala hiasannya itu.

Setelah ditemukannya prajurit tanah lempung itu, jumlah ini pun tidak diragukan lagi.

Untuk membuat pasukan itu saja diperlukan sebuah pabrik keramik komplet, oven pembakaran, tempat pengerjaan patung, pengecoran perunggu dan tempat menempa senjata.

Tapi di mana tempat "perindustrian berat" serta ribuan orang itu dulu berada, hingga sekarang masih belum terpecahkan.

Rupanya, kaisar Cina yang pertama itu tidak puas dengan hanya sebuah 'piramida' sederhana saja. Kuburannya dirancang persis istananya.

Di sekeliling kuburan itu dipasang tembok sepanjang 6 km, yang dibangun menurut hukum tradisional kosmos, yaitu menghadap Utara dan Selatan.

 
Prajurit tanah lempung yang dibuat kaisar Qin.
 

Di setiap daerah mata angin itu terdapat sebuah pintu gerbang raksasa. Di bagian dalam tempat yang dipagari itu, yang merupakan Kota Terlarang, di tengahnya menjulang 'piramida' kuburan berundak.

Ada larutan air raksa

Ini bukan hanya sebuah kota orang mati yang kokoh. Qin Shi-huangdi telah membuat kekaisaran terakhirnya seperti diagram dunia raksasa.

Dia membuat kota kematiannya sebagai "Negeri Pusat", dengan sebuah 'piramida' setinggi 50 m sebagai simbol gunung dunia, poros alam semesta.

Menurut para penulis riwayat waktu itu, "para pekerja menggali melalui tiga sumber mata air, yang mereka tutup dan ke dalamnya mereka tuangkan coran tembaga untuk dibuat ruang kubur.

Ini dilakukan persis seperti ketika membangun istananya. Lengkap dengan menara, pot-pot bunga dan batu-batuan yang tak ternilai.

Juga terdapat busur yang bisa bergerak secara mekanis, untuk mencegah para pencuri masuk ke kuburan.

Sungai-sungai di negara itu, dari Yang Tse sampai Sungai Kuning, bahkan lautan yang luas ditirunya dengan air raksa dan digerakkan secara mekanis.

Di atasnya, pada langit-langitnya, digambarkan konstelasi kubah langit dan di bawahnya relief bumi. Untuk penerangan, digunakan minyak paus, sehingga apinya tidak mati selama tidak ditiup.”

Kegilaan lain adalah kaisar membawa serta abdi dan seluruh harta bendanya yang mewah ke dalam kubur, agar di alam baka dia tidak akan menderita.

Qin Shi-huangdi, bukan hanya membawa kekaisarannya, tapi dunia dan langit juga dibawanya serta ke liang kubur. Di alam baka pun dia ingin menguasai dunia.

Waktu penguasa itu sudah diletakkan dalam dunia miniaturnya beserta seluruh harta bendanya, putranya, Qin Erh-huangdi, memerintahkan agar istri-istri ayahnya yang tidak memberinya anak laki-laki juga harus ikut dikubur.

Para pekerja yang mengenal seluk-beluk dalam kubur itu, demi keamanan, juga ikut dikubur hidup-hidup di antara antara gerbang kedua dan gerbang luar, yaitu setelah gerbang bagian dalam disegel.

Namun, ini bukan pembunuhan besar-besaran terakhir yang dilakukan kaisar itu. Kaisar punya hobi mengumpulkan binatang. Di ibu kota negaranya dia memiliki kebun binatang pertama di dunia.

Yang dipelihara bukan terbatas binatang dalam negeri saja, tapi juga binatang-binatang eksotis yang diperolehnya dari negeri-negeri jauh.

Qin Shi-huangdi sendiri yang minta agar binatang- binatang itu ikut dikubur. Ini sebabnya mengapa di dalam tembok kuburan itu juga ditemukan sisa-sisa binatang. Rupanya kaisar juga ingin punya kebun binatang di alam baka!

Mengingat kuburan itu sudah diketahui sejak ratusan tahun yang lampau, apa selama ini tidak ada perampok yang tertarik untuk membongkarnya?

Menurut para penulis riwayat, pernah ada usaha untuk merampok kuburan ini. Dalam penelitian terakhir, pada bukit makam itu ditemukan dua lubang galian.

Tapi rupanya usaha itu tidak berhasil. Para perampok tidak menemukan ruang makam tersebut.

Hingga sekarang para arkeolog Cina belum membuka kuburan itu. Dari hasil penelitian bagian atas, ternyata tanah 'piramida' itu memang mengandung air raksa, yang tidak ada sumber aslinya.

Yang jelas, Qin Shi-huangdi berhasil mempertahankah keabadian hidupnya, walaupun hanya lewat kuburannya. (Franz Stephan)

Sumber: Grid.ID
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved