Breaking News
Senin, 8 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kerajaan Bawah Tanah Kaisar China, Pengawal dan Binatang pun Dibawa ke Alam Kubur

Tulisan Kerajaan Bawah Tanah Kaisar Cina ini pernah dimuat di Majalah Intisari edisi Desember 1986.

Tayang:
Editor: Aldi Ponge

Semua satuan ukuran dan satuan berat distandardisasikan, bahkan dicetak sebuah kamus dengan lambang-lambang tulisan yang baru.

Pada akhir gelombang pembaharuan itu masih diadakan pembersihan besar-besaran. Semua karya tulis yang mengandung unsur oposisi dibakar.

 
Lengkap dengan kereta kudanya.
 

Agar kekaisaran atau rumah yang ingin ditinggalkan pada anak cucunya itu terlindung dari bangsa barbar di luar Cina, diperintahkannya untuk membuat sebuah bangunan terkuat dari zaman antik, yaitu Tembok Cina.

Berdasarkan perbatasan yang lama dibuat timbunan tanah yang kuat, disemen dan dilengkapi dengan pagar pilar dan menara dari kayu.

Kaisar yang sama juga merasa khawatir akan keadaan dalam negerinya sendiri, yaitu lawan-lawannya yang terdiri atas para bangsawan setempat, yang sudah tersingkir.

12 ribu keluarga yang dianggapnya kuat dan kaya dari seluruh negerinya itu ditariknya tinggal di ibu kota.

Di ibu kota mereka akan lebih mudah dikontrol dan agar ada sesuatu yang selalu mengingatkan mereka pada kekalahan, senjata ke-12.000 bangsawan itu dileburnya menjadi dua belas patung raksasa, yang dipasang di ibu kota.

Tidak mau mati

 
Walau penguasa yang kuat itu telah berhasil membuat lawannya luar dalam bertekuk lutut, namun ia masih memiliki ketakutan akan kematian dan ingin sekali bisa hidup abadi.

Itu pasti bukan hanya karena banyaknya usaha pembunuhan yang pernah dialaminya.

Sebagai "penguasa dunia", dia tidak percaya kalau dia memiliki dua musuh yang tidak akan pernah bisa ditaklukkannya yaitu waktu dan kematian.

Karena Qin Shi-huangdi ingin tetap menjadi penguasa dunia, seluruh harapannya dikonsentrasikan pada ramu-ramuan yang bisa membuat orang tidak mati. Dia rela mengeluarkan biaya berapa pun untuk mendapatkan ramuan yang dicarinya.

Misalnya, dia membiayai perjalanan para pencari emas dan ahli sihir ke gunung-gunung yang jauh untuk mendapatkan jamur yang konon mengandung obat bebas kematian.

Dua kali dia mengirimkan tukang sihir Hsu Fu dari Chi lengkap dengan senjata ke sebuah pulau dewata di Laut Timur, tempat tumbuhnya akar pohon hidup abadi.

Sumber: Grid.ID
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved