Senin, 8 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kerajaan Bawah Tanah Kaisar China, Pengawal dan Binatang pun Dibawa ke Alam Kubur

Tulisan Kerajaan Bawah Tanah Kaisar Cina ini pernah dimuat di Majalah Intisari edisi Desember 1986.

Tayang:
Editor: Aldi Ponge

Di kuburan yang terpisah ditemukan pemimpin pasukan. Perwira itu juga dibuat dengan ketelitian luar biasa.

Apa tugas para prajurit tanah lempung yang dikubur sudah selama dua ribuan tahun itu, segera menjadi jelas bagi para arkeolog.

Kira-kira 1,5 km di sebelah barat tempat temuan itu ada sebuah gundukan tanah. Di sana  pernah ada sebuah 'piramida' kuburan kaisar Cina yang pertama. Namanya Qin Shi-huangdi.

Kuburan itu berada di tepian sebelah utara Sungai Wei dengan Gunung Lishan di sebelah tenggaranya.

Banyak universitas Barat yang terkenal menawarkan dana pembongkaran kuburan itu, agar para arkeolog mereka dapat disertakan dalam penggaliannya. Tapi rupanya orang Cina lebih suka melakukannya sendiri.

Tentu saja ini  masih makan waktu beberapa tahun lagi atau mungkin sampai puluhan tahun.

Senjata diubah menjadi patung raksasa

Dalam sebuah karya Cina klasik, ternyata ada tertulis mengenai kuburan ini, yang tidak bertentangan dengan sumber-sumber tertulis atau fakta arkeologis lainnya.

Ketika Kaisar Qin lahir pada tahun 259 SM, nenek moyangnya sudah berhasil mengubah kerajaan kecil menjadi sebuah pemerintahan yang terorganisasi dengan baik di daerah utara.

Di usia tiga belas tahun, ia diangkat menjadi raja vasal Zheng Qin.

Pada tahun 221 SM, cita-citanya tercapai: seluruh daerah Cina yang dianggapnya telah berbudaya, dimasukkan dalam kekuasaannya.

Tapi ia masih menginginkan lebih. Ia bukan hanya ingin menjadi kaisar yang terbesar saja, tapi menginginkan sebuah kekaisaran abadi.

Sebuah kekaisaran universal, tempat dia mendirikan dinastinya agar dapat berkuasa selamanya. Atau dengan kata lain, kekaisaran Cina dibentuk, karena ada seseorang yang tidak ingin mati.

Supaya ini tidak hanya berupa  harapan, dia melakukan segalanya dengan memberi bentuk baru pada negara, yang terdiri atas aneka ragam negara yang ditaklukkan.

Tanpa menghiraukan kerajaan-kerajaan lain, negara dibagi-bagi dalam prefektur.

Sumber: Grid.ID
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved