Renungan Minggu
Pdt Natalia Kristi Kindangen Ingatkan Kasihilah Musuhmu
Orang Yahudi di zaman Yesus hanya mengasihi sesama bangsanya saja dan tidak mau mengasihi bangsa lain apalagi kafir.
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Alexander Pattyranie
Jemaat yang diberkati, hukum taurat juga berbicara tentang kasih, yaitu kasih kepada Allah dan kasih kepada manusia.
Pada ayat 31, "apa yang kamu kehendaki supaya orang perbuat pada kita, perbuatlah demikian kepada mereka".
Ini merupakan pesan dari hukum taurat yang lebih menekan pada kasih.
Di mana kasih tidak memandang bulu dan latar belakang dari orang yang akan menerima kasih itu.
Yesus mengajarkan kepada murid-muridNya supaya dapat mengasihi orang yang berbuat jahat dan yang berbuat baik.
Karena jikalau murid Kristus hanya mengasihi orang baik apakah jasanya?
Apakah perbedaan dengan orang jahat?
Sebab orang jahat juga melakukan hal tersebut.
Jika kita mengasihi orang yang mengasihi kita, apakah jasanya?
Apakah perbedaannya dengan orang jahat?
Sebab orang jahat pun melakukan hal tersebut.
Dalam pengajaran Yesus kita harus mengasihi tanpa syarat, mengasihi siapapun sebagaimana Allah mengasihi orang jahat dan orang yang tidak mau berterima kasih.
Pada ayat terakhir, "hendaklah kamu murah hati sama seperti Bapamu yang murah hati" di mana Allah ingin kita murah hati seperti Dia yang adalah murah hati.
Karena orang yang murah hati pasti selalu ingin memberi dan untuk memberi pasti akan ada yang hilang dari kita maka dibutuhkan pengorbanan, sudahkah kita murah hati seperti Bapa?
Bapa, ibu, saudara-saudarai, memang tidak gampang melakukan sesuai ajaran Yesus yaitu kasih tidak menuntut balas, kasih yang memberi, kasih yang berkorban, kasih yang tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tapi membalas kejahatan dengan kebaikan, mampu mengasihi orang yang telah membenci kita, mendoakan mereka yang telah mencaci kita, dan memberkati mereka yang telah mengutuk kita.
Tapi, jikalau kita orang-orang yang hidup di dalam Tuhan pasti kita akan mampu melakukannya.
Jadi, marilah kita tinggalkan sikap hidup yang lama dan kita membangun komitmen untuk menjadi orang yang bukan hanya pintar berbicara tentang kasih tapi mampu mempraktikkan kasih itu di manapun kita pergi dan berada, Tuhan Yesus pasti menolong.
Amin.
(Tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere)