Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ricardo Sengkeh, Karyawan Hotel Mercure Selamatkan 6 Rekannya sebelum Meninggal saat Gempa Palu

Jenazah Ricardo Sengkeh (27), Senior Sales Eksekutif Hotel Mercure Palu berhasil dievakuasi pada Rabu (3/10/2018) sore

Penulis: | Editor: Aldi Ponge
istimewa
Ricardo Sengkeh berfoto di depan tempat kerjanya saat masih hidup 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Jenazah Ricardo Sengkeh (27), Senior Sales Eksekutif Mercure Hotel Palu berhasil dievakuasi pada Rabu (3/10/2018) sore

Kini, Jasadnya sudah tiba di kampung halamannya di Minahasa Utara, Sulut, pada Kamias (4/10/2018) malam

"Ia sarjana pariwisata bekerja sebagai Senior Sales Eksekutif di Hotel Mercure Palu. Asal Desa Dimembe Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara," kata Bibinya,  Cisilia Manua

Baca: Mudahnya Pelesir ke Cile, WNI Dapat Bebas Visa hingga 90 Hari

Ia mengatakan Ricardo merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Ayahnya Julius Sengkeh, ibunya Martje Koloay sedangkan kakak perempuanya Miranti Sengkeh.

"Saat mendengar kejadian hari minggu siang, papa, mama dan kakak serta 4 orang keluarga ke Palu dengan mobil. Sampai di Palu hari Senin malam langsung menuju lokasi hotel tapi gelap gulita tidak ada kegiatan apa pun di sekitaran hotel," katanya.

Ia mengatakan, Selasa pagi, mereka melapor ke Basarnas. Saat itu belum ada respons.

Baca: Kesaksian Korban Gempa Palu, tak Mau Tinggalkan Istri Sudah Tertimbun Tanah, Selamat Berkat Doa Ibu

"Gubernur Olly merespons baik dan langsung berkordinasi dengan tim SAR di Palu. Ricardo sempat memberikan pertolongan kepada 6 orang temannya ketika gempa terjadi," katanya.

Ini Unggahan Terakhir 

Semasa hidup, Ricardo ternyata pria yang aktif di media sosial.

Terakhir ia memposting siaran langsung tanggal 21 September 2018 pukul 18.57

Terlihat ia berlagak jadi dokter lengkap dengan stetoskopnya.

"Kami di acara FDUI," kata dalam siaran langsung itu.

Baca: Rudy Wowor Meninggal Dunia, Inilah 5 Gaya Aktingnya yang Kerap Berperan Menjadi Penjajah Belanda

Dia tampak bermain-main dengan teman-temannya dengan latar belakang orang menyanyi. Berulang kali, ia tampak bercanda dengan teman-temannya. Mereka tampak menikmati siaran langsung ini dengan tawa bahagia.

"Ta pe face-facebook," kata Ricardo berkelakar karena teman-temannya menghalangi dirinya.

Bahkan ia tampak menggunakan plesetan logat Manado "kepele (tapele: terhalang). Unggahan terakhir itu menjadi ungkapan dukacita netizen.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved