Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kesaksian Korban Gempa Palu, tak Mau Tinggalkan Istri Sudah Tertimbun Tanah, Selamat Berkat Doa Ibu

Namun tidak sedikit orang yang ketakutan. Mereka yang ketakutan ini diarahkan menuju ke Pekuburan Islam.

Penulis: | Editor:
Suratno korban selamat 

TRIBUNMANADO.CO.ID - "Seuara gemuru itu saya dengar semakin mendekat dan mengejar saya," ujar Suratno korban selamat gempa dan Tsunami Kota Palu saat hadir di Indonesia Lawyer Club (ILC).

Dirangkum Tribunmanado.co.id ia membuka kisah selamatnya saat dihantam Gempa dan Tsunami.

Saat itu ia mengaku tengah berada di luar rumah, suara gemuru terdengar semakin kuat.

"Sekitar jarak 500 meter diarah bukti saya lihat pohon-pohon mulai tumbang," akunya.

Tak pikir panjang ia segera berlaeri ke arah rumput dan mencari tempat aman.

Namun kejaran longsor dan pecahan tanah tak mampu ia hindari. "Saya sempat teergulung dan terjepit namun bisa keluar. Saat itu saya dengar suara minta tolong di mana-mana," akunya.

Saat itu ia mengaku melihat seorang pria setengah badannya sudah tertimbun tanah. "Itu yang paling dekat dengan saya, kebetulan ada anak muda saya pabggil untuk tolong pria itu," ungkapnya.

Usai mengakat pria itu, ia segera mengajak untuk mrncari tempat aman, namun jawaban si pria membuat ia teringat istri. "Kata pria itu tak mau pergi, sebab istrinya masih ada di bawah. Itu tandanya istri pria itu sudah tertimbun tanah dan tak sempat diselamatkan," akunya.

Ia lantas mencari istri dan anaknya, semalaman mencari di tengah kegelapan dan anacaman bencana susulan ia berhasil menemukan kelaurganya selamat.

Semua itu ia akui berkat doa sang ibu, pasalnya, sebelum kejadian naas itu tanpa sebab ia menangis dan mengingat ibunya. "Saya minta selalu di doakan dan ini bukti doa ibu saya," akunya.

Berikut video lengkap kesaksian korban:

Kisah Sayful Cari Ibunya, 'Ratusan Mayat Saya Lihat Satu-satu', Sampai Akhirnya Berujung Haru

"Naiklah kau, Ipul! Anak dan istriku sudah hilang. Jangan kau cari siapa-siapa lagi di bawah!" suara keras seorang lelaki mengingatkan M Syaiful (24), warga Jalan Abadi Kota Palu.

Itu adalah suara pamannya, Awaludin.
Namun Syaiful bergeming, tetap pada pendiriannya untuk mencari Julaeha, ibu kandungnya.

"Paman, biarlah aku cari ibuku. Dia yang melahirkan dan membesarkanku walau aku akan mati sekalipun!" balasnya.
Syaiful bertutur, dalam kondisi temaram, tidak ada lampu yang menyala, Jumat (28/9/2018) malam itu, dia menyusuri Pantai Talise yang sudah porak poranda.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved