Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Panduan Tepat Membacakan Dongeng untuk Si Kecil Usia Prasekolah

Sebenarnya teknis mendongeng untuk Si Kecil berusia 4-6 tahun dan usia 1-3 tahun tidak jauh berbeda.

Editor:
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebenarnya teknis mendongeng untuk Si Kecil berusia 4-6 tahun dan usia 1-3 tahun tidak jauh berbeda.

Hanya dari segi kualitas cerita di dalam buku dongeng juga interaksi yang Moms lakukan perlu ditingkatkan.

Pasalnya usia 4-6 tahun atau usia prasekolah memiliki kemampuan yang sudah meningkat dari sebelumnya.

Agar Moms dapat maksimal membacakan dongeng untuk Si Kecil usia prasekolah, maka Moms harus memerhatikan beberapa hal.

Baca: 3 Campuran Bahan Ini Bisa Haluskan Kulit Wajah Bekas Jerawat

Nah, dikutip dari buku Nakita serial ‘Ayo Mendongeng’, inilah panduan mendongen untuk Si Kecil usia prasekolah.

1. Baca bukunya terlebih dahulu

Rasa ingin tahu anak prasekolah sangat besar, didukung dengan kemampuan bicara, keberanian, daya eksplorasi yang lebih besar.

Maka jangan heran bila Si Kecil akan menanyakan, mengomentari, maupun memprotes isi dari dongeng yang Moms berikan.

Tentu Moms harus siap menghadapinya, untuk itu kuasailah isi cerita dongeng tersebut dengan membaca dan memahami terlebih dahulu sebelum mendongenginya kepada Si Kecil.

Dengan begitu, ketika Si Kecil bertanya, protes, berkomentar, Moms bisa menjawabnya dengan baik.

Baca: 5 Manfaat Makan Jagung Selama Kehamilan, Dapat Atasi Sembelit Loh

2. Kreatif dengan karangan sendiri

Jika Moms punya kemampuan mengarang dongeng, tidak ada salahnya Moms membuat dongeng sendiri.

 
Dengan begitu Moms lebih memahami apa yang akan didongengkan kepada Si Kecil.

Namun, karangan ini haruslah memiliki pesan, yakni mendidik Si Kecil dari sisi moral akan baik dan buruk, menambah pengetahuan Si Kecil, tidak membingungkan, juga masalah yang dimunculkan dapat dipahami dengan baik.

Hindari cerita yang kosong atau tak berisi pesan sama sekali, tidak dipahami Si Kecil, atau malah mencondongkan sisi negatif dibandingkan positifnya.

Baca: Inilah Alasan Kopi Bisa Mengurangi Risiko Kematian Dari Berbagai Penyakit

Sumber: Nakita
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved