Caleg di Sulut Habiskan Rp 98,75 Miliar: 6.320 Calon Berebut 395 Kursi DPRD
Politik butuh biaya! Kontestasi 6.320 calon legislatif untuk 395 kursi DPRD di 15 kabupaten dan kota, Sulawesi Utara,
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Niat dan ketulusan menjadi modal utama seorang aktivis terjun ke dunia politik. Kini Rocky Oroh membidik kursi DPRD Sulut. Caleg PSI Sulut ini maju dari Daerah Pemilihan Minahasa Utara dan Bitung. Ia ini terang-terangan menyebut dirinya caleg ‘gakin’, istilah dari keluarga miskin.
“Saya tak punya uang. Yang saya punya hanyalah niat tulus untuk mengabdi pada rakyat,” kata dia kepada tribunmanado.co.id, Selasa (31/7/2018).
Oroh mengaku menjual reputasinya sebagai aktivis untuk memikat rakyat. Selama ini, Oroh memang
terjun dalam berbagai aktivitas mengadvokasi rakyat.
Bidang advokasinya tergolong luas. Dari perburuhan, pemerintahan, korupsi hingga kebudayaan.
“Dimana ada ketidakadilan, di situ saya ada untuk berjuang bagi rakyat, “ kata dia.
Oroh menghitung sudah 166 kali ia ikut berdemo.
Intimidasi bak sarapan pagi baginya. “Saya pernah dipukuli,” kata dia. Terakhir, Oroh dipenjara dengan tuduhan makar. Suatu tuduhan yang tak terbukti. “Padahal saya waktu itu membela NKRI, “ kata dia.
Oroh memutuskan masuk dalam sistem PSI jadi pelabuhan pas baginya. “Di sini kemampuan caleg yang jadi ukuran, bukan uang,” kata dia.
Oroh mengatakan, dirinya mengikuti tes saat menjadi caleg PSI. Tes dilakukan oleh panitia seleksi khusus yang dipimpin Mahfud MD. “Kami memang sudah melewati penyaringan, “ kata dia.
Oroh menjanjikan, ia akan memberikan seluruh hidupnya untuk rakyat jika terpilih. Ia ingin melawan stigma aktivis yang berpolitik pasti akan jadi kotor. “Itu janji saya, “ kata dia. (art/ryo/kel/dma/oly/crz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/caleg_20180721_064345.jpg)