Kisah Miyamoto Musashi, Ahli Pedang Legendaris Jepang
Sosok Miyamoto Musashi atau Niten Doraku, merupakan filsuf, penulis, hingga ahli pedang hebat dari Jepang pada awal zaman Edo.
Musashi yang datang terlambat kemudian mengusulkan agar pertarungan digelar di Pulau Funajima di Selat Kanmon yang membatasi Honshu dan Kyushu.
Pertarungan berlangsung singkat. Legenda berkata, Kojiro terbunuh dengan bokken yang diasah dari dayung yang membawa Musashi ke pulau duel.
Banyak sekali legenda yang menyebar tentang bagaimana cara Musashi mengalahkan Kojiro. Salah satunya dia menunggu matahari berada di posisi yang tepat.
Ketika duel dimulai, dia sengaja memunggungi matahari terbit sehingga Kojiro dibutakan oleh sinar yang membuat Musashi dengan mudah membunuhnya.
Atau dugaan lain di mana dia sengaja datang terlambat sehingga memancing kemarahan Kojiro, yang membuatnya menyerang Musashi secara serampangan.
Saat Musashi datang terlambat, pendukung Kojiro berkata dia tidak menghormati lawannya.
Adapun pendukung Musashi berkata itu cara wajar untuk mengintimidasi lawan.
5. Masa Tua dan Kematian
Pada 1633, Musashi tinggal bersama daimyo (penguasa) Istana Kumamoto, Hosokawa Tadatoshi yang ironisnya, merupakan tuan dari Sasaki Kojiro.
Musashi meninggal diperkirakan pada usia 60 tahun di gua bernama Reigando pada 13 Juni 1643, dan diyakini menderita kanker paru-paru.
Saat dia meninggal, Musashi baru saja merampungkan buku Dokkodo berisi 21 aturan tentang kedisiplinan diri bagi generasi masa depan.
Jenazahnya dimakamkan menggunakan baju zirah di desa Yuge, dekat jalan utama Gunung Iwato, adapun rambutnya ditanam di Iwato.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Biografi Tokoh Dunia: Miyamoto Musashi, Ahli Pedang Legendaris Jepang",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/miyamoto-musashi_20180614_055705.jpg)