Rabu, 15 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kisah Miyamoto Musashi, Ahli Pedang Legendaris Jepang

Sosok Miyamoto Musashi atau Niten Doraku, merupakan filsuf, penulis, hingga ahli pedang hebat dari Jepang pada awal zaman Edo.

Editor: Aldi Ponge
Utagawa Kuniyoshi via Wikipedia
Miyamoto Musashi. 

Dorinbo terkejut. Kepada Kihei, dia meminta agar pertarungan dengan keponakannya dibatalkan mengingat usia Munisai masih belia.

Kihei menolak. Dia berkata satu-satunya jalan adalah Musashi harus datang saat hari pertarungan, dan minta maaf secara langsung.

Jadi, saat hari pertarungan tiba, Dorinbo meminta maaf atas nama Musashi. Di luar dugaan, Musashi malah berteriak menantang Kihei.

Kihei yang marah kemudian menyerang Musashi menggunakan wakizashi. Namun, Musashi melempar Kihei hingga terjengkang.

Saat Kihei berusaha bangun, Musashi langsung memukulnya tepat di antara dua matanya, dan kemudian memukul hingga tewas.

"Arima konon adalah samurai yang arogan, selalu bersemangat dalam pertarungan, dan bukan samurai yang terlatih," kata Wilson. 

3. Mengembara

Di 1599, diperkirakan saat itu usianya 16 tahun jika mengacu duelnya dengan Arima, Musashi meninggalkan desa dan mengembara.

Dalam pengembaraan, diketahui Musashi terlibat dalam banyak pertarungan. Salah satu duel terkenalnya adalah melawan Tadashima Akiyama dari Provinsi Tajima.

Pada 1600, ketika pertempuran antara Klan Toyotomi dan Klan Tokugawa pecah, Musashi memihak Toyotomi, dan bergabung dengan Pasukan Barat dengan nama Klan Shinmen.

Konon, dia terjun dalam berbagai medan. Antara lain serangan dalam memperebutkan Istana Fushimi pada Juli 1600.

Kemudian, dia melindungi Kastil Gifu pada Agustus 1600, dan terakhir adalah Pertempuran Sekigahara yang terjadi pada 21 Oktober 1600.

Setelah pertempuran, Musashi sempat menghilang, dan kemudian dilaporkan berada di Kyoto pada usia sekitar 20 atau 21 tahun.

Saat itu, dia menantang murid-murid dari Sekolah Pedang Yoshioka yang pada saat itu adalah satu dari delapan perguruan bela diri terkenal di Kyoto.

Ayahnya pernah bertarung dengan pemilik perguruan itu, dan menang dua dari tiga ronde di hadapan Shogun Ashikaga Yoshiaki, yang memberi julukan "Tak Tertandingi di Bumi" kepada Munisai.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved