China vs AS: Perang Ideologi hingga Dagang, Siapa Paling Diuntungkan?

Pada 11 Maret lalu, parlemen China telah menghapuskan batas dua periode masa jabatan presiden. Hal ini membuka jalan kepada Xi Jinping

China vs AS: Perang Ideologi hingga Dagang, Siapa Paling Diuntungkan?
afp
Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping 

 
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pada 11 Maret lalu, parlemen China telah menghapuskan batas dua periode masa jabatan presiden. Hal ini membuka jalan kepada Xi Jinping untuk menjadi presiden seumur hidup. Kesempatan itu hanya pernah terjadi pada pemerintahan Mao Zedong.

Jika Xi benar-benar akan menjadi presiden seumur hidup, maka visi diseminasi sosialisme ala China yang diungkapkan Xi pada Kongres Nasional ke-19 Partai Komunis China akan terus digencarkan penyelenggaranya.

Hal ini jelas akan menggiring sosialisme ala China berhadapan dengan kapitalisme ala barat. Dengan demikian, perang ideologi bukan tidak mungkin akan terjadi di mana fondasinya telah jelas terlihat.

Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping
Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping (afp)

Pada umumnya, perang ideologi diasosiasikan dengan eksistensi perang dingin setelah berakhirnya perang dunia kedua. Perang tersebut dapat dikatakan sebagai kompetisi antara Washington dan Moskwa.

Pada 1990-an, konstelasi ide-ide komunis Moskwa dan kapitalis Washington dalam percaturan politik internasional berakhir dengan runtuhnya Uni Soviet yang bertransformasi menjadi Rusia.

Dengan runtuhnya Uni Soviet, Amerika Serikat berdiri pada tahta kepemimpinan dunia. Ia merupakan kekuatan paling adidaya di muka bumi. Hal ini dapat dilihat dari aktivitas aktif dari Washington mengenai konflik-konflik dunia.

Selain itu, banyak negara yang dulu merupakan "pengikut" dari cita-cita komunis beralih pandagan pada sistem kapitalis-demokrat barat.

Para negarawan tersebut menganggap kapitalis-demokrat barat bukanlah suatu sistem terbaik, melainkan sistem yang telah terbukti lebih berhasil bila disandingkan dengan sistem komunis yang dahulu mereka gunakan.

Namun demikian, dekade kedua di tahun milenium merepresentasikan gerak sejarah baru di mana Negeri Naga mampu bersaing ketat dengan Paman Sam.

Negeri Naga China adalah negeri yang menempatkan ide komunisme dalam sistem politik. Pada pemerintahan Mao Zedong, China mampu membuktikan kemampuannya dalam merekonstruksi negaranya dengan sistem komunis.

Halaman
1234
Editor: Lodie_Tombeg
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved