Kabar Baru Mantan Agen Ganda Rusia Diracuni: Kondisi Yulia Mulai Stabil
Yulia Skripal, putri dari mantan agen ganda Rusia, Sergei Skripal, yang diyakini terpapar racun saraf di Salisbury.
JANGAN LEWATKAN: Investigasi Terbaru: Mantan Agen Ganda Rusia Terpapar Novichok di Rumahnya
Sejauh ini, da 27 negara di seluruh dunia yang mengumumkan akan mengusir agen intelijen Rusia.
Setidaknya telah ada 151 diplomat Rusia yang harus segera meninggalkan negara tempanya bertugas dan kembali ke Moskwa, menjadikan gelombang pengusiran kali ini sebagai yang terbesar dialami negara itu sejak era Perang Dingin.
Setelah Amerika Serikat, Kanada, Ukraina, Norwegia, Albania dan 16 negara anggota Uni Eropa yang telah mengumumkan pengusiran terhadap diplomat Rusia.
Kemudian Australia, Belgia, Irlandia, Moldova dan aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) melakukan hal serupa.
Dalam penyelidikan kasus upaya pembunuhan mantan agen ganda Rusia di Inggris, yang berbuntut pada gelombang pengusiran diplomat Rusia, kini memasuki babak baru.
Skripal diyakini terkena paparan racun saraf, novichok, di rumahnya. Ahli telah mengidentifikasi penemuan konsentrasi tinggi dari racun saraf di depan pintu rumah Skripal.
"Pada titik ini dalam penyelidikan kami, kami yakin Skripal dan putrinya pertama kali terpapar racun saraf di depan pintu rumah mereka," tulisnya dalam pernyataan.
Seperti diketahui, Sergei dan Yulia diracuni pada 4 Maret lalu. Polisi Inggris meyakini, keduanya terpapar racun saraf kelas militer. Kini, mereka menjalani perawatan di rumah sakit dalam kondisi kritis.
Keduanya ditemukan terjatuh dari bangku di sebuah kompleks perbelanjaan di Salisbury, Inggris. Menurut keterangan polisi, mereka tidak memiliki luka yang terlihat oleh mata. *
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kondisi Putri Mantan Agen Ganda Rusia yang Diracun Mulai Stabil"