Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kabar Baru Mantan Agen Ganda Rusia Diracuni: Kondisi Yulia Mulai Stabil

Yulia Skripal, putri dari mantan agen ganda Rusia, Sergei Skripal, yang diyakini terpapar racun saraf di Salisbury.

Editor: Lodie_Tombeg
Getty Images via Kompas)
Sergei Kripal (kiri) dinyatakan bersalah karena menyerahkan identitas para agen intelijen Rusia yang sedang beroperasi di Eropa kepada Dinas Intelijen Rahasia Inggris, MI6. Foto kanan: Yulia Skripal, putri Sergei Skripal 

Penyidik akan terus memfokuskan penyelidikan mereka di sekitar rumah Skripal, di Salisbury, selama beberapa pekan hingga beberapa bulan secara terus menerus.

Menlu Rusia Sergei Lavrov
Menlu Rusia Sergei Lavrov (afp)

Kepolisian Metropolitan menyatakan, petugas dikerahkan untuk melakukan pencarian, yang menjadi bagian dari penyelidikan dan tindakan pencegahan.

"Pada titik ini dalam penyelidikan kami, kami yakin Skripal dan putrinya pertama kali terpapar racun saraf di depan pintu rumah mereka," tulisnya dalam pernyataan.

"Para tetangga Skripal akan menyaksikan petugas melakukan penyisiran sebagai bagian penyelidikan, tapi saya ingin menekankan kepada mereka, risiko (racun) tetap rendah," tambahnya.

Sekitar 250 penyidik anti-terorisme diterjunkan untuk penyelidikan. Lebih dari 5.000 jam rekaman CCTV sedang diperiksa dan lebih dari 1.350 barang bukti sedang diteliti.

Sekitar 500 saksi juga telah diidentifikasi dan ratusan kesaksian dicatat.

Sergei dan Yulia diracuni pada 4 Maret lalu. Polisi Inggris meyakini, keduanya terpapar racun saraf kelas militer. Kini, mereka menjalani perawatan di rumah sakit dalam kondisi kritis.

Keduanya ditemukan terjatuh dari bangku di sebuah kompleks perbelanjaan di Salisbury, Inggris. Menurut keterangan polisi, mereka tidak memiliki luka yang terlihat oleh mata.

Rusia tantang Inggris

Inggris mengklaim Rusia terlibat dalam upaya pembunuhan mantan agen ganda Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, dengan menggunakan racun saraf.

Hal tersebut justru mengundang keyakinan Rusia bahwa agen mata-mata Inggris berada di balik semua itu.

Kementerian luar negeri Rusia, pada Rabu (28/3/2018), meminta Inggris membuktikan mata-mata Inggris tidak meracuni Skripal, di Salisbury, Inggris, pada 4 Maret lalu.

Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di KTT APEC di Danang, Vietnam.
Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di KTT APEC di Danang, Vietnam. (Mikhail KLIMENTYEV / SPUTNIK / AFP)

"Analisis atas semua keadaan ini.., membuat kami berpikir tentang kemungkinan keterlibatan  dinas intelijen Inggris dalam insiden peracunan," tulis kementerian luar negeri Rusia.

"Jika bukti yang menyakinkan untuk membantah itu tidak disampaikan kepada pihak Rusia, kami akan mempertimbang bahwa kami berurusan dengan percobaan yang mempengaruhi kehidupan warga negara kami sebagai akibat provokasi politik besar-besaran," lanjutnya.

Insiden tersebut juga telah menimbulkan kekhawatiran terkait Inggris yang tidak dapat menjamin keamanan warga Rusia di wilayahnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved