Ketika Ingin Menjadi Dokter, Tuhan Mempercayakan Saya Jadi Pendeta
Saya merasakan beratnya menjadi orang sakit. Membutuhkan banyak biaya serta menghabiskan banyak waktu untuk berobat.
Walau berat, tugas ini mulia. Kita akan menemui manusia dengan berbagai karakternya. Namun, pelayanan tak harus berhenti tatkala ada tantangan.
Kristus meneruskan pelayanan ini kepada gereja, dan gereja melalui hamba hambaNya meneruskan pekerjaanNya ini.
Bisa saja dalam ketaatan melayani "Ada seribu kebaikanmu akan dilupakan orang dan satu saja kesalahanmu akan diingat orang". Tapi, saat kita menyadari bahwa kita melakukan semua itu untuk Tuhan, kita akan melakukannya dengan sukacita.
Karena kita tahu bahwa kita tidak bekerja untuk diri sendiri dan tidak pula bekerja seorang diri.
Sedikit kisah hidup saya di atas menceritakan betapa besar kasih karunia Tuhan.
Saya yang bercita-cita menjadi dokter justru diberikan kepercayaan menjadi pendeta.
Berat ketika awal saya menerima tugas ini, namun Tuhan juga memberikan tugas dan saya yakin itu pasti akan dimudahkan.
Sebab, rancangan dan rencana Tuhan terbaik dari segalanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pendeta_20180117_001624.jpg)