Citizen Journalism
Ada yang Kurang dari Pesona Arung Jeram Timbukar
Selama berarung jeram menyusuri sungai, wisatawan disuguhkan dengan pemandangan alam yang masih asri dan alamiah.
Oleh:
Michael D Poluakan
Warga Timbukar, Pemerhati Lingkungan
ARUNG jeram adalah salah satu destinasi olahraga air yang sekaligus menjadi daya tarik wisata.
Wisata arung jeram sangat menarik, menyenangkan, mengasyikkan sekaligus menantang.
Di Sulawesi Utara, wisata jenis ini hanya berkembang dan dijalankan di sepanjang aliran sungai Nimanga, Desa Timbukar, Kecamatan Sonder, Kecamatan Minahasa, sampai ke Desa Tangkunei Maruasey, Minahasa Selatan.
Potensi wisata ini menjadi salah satu pendapatan asli desa kami.
Wisata arung jeram ini banyak dikunjungi oleh tamu-tamu lokal, nasional, dan mancanegara.
Baca: Tantang Adrenalin di Jeram Nimanga Timbukar Minahasa
Pengunjungnya ada orang per orang dari artis nasional dan daerah, hingga organisasi, sekolah, serta instansi pemerintah dan swasta.
Pengunjung atau wisatawan dari luar negeri biasanya sudah memanfaatkan paket tur yang ditawarkan jasa wisata dan biro perjalanan.
Selama berarung jeram menyusuri sungai, wisatawan disuguhkan dengan pemandangan alam yang masih asri dan alamiah.
Mereka bisa melihat aneka ragam tanaman liar, pohon-pohon besar, tebing batu, air terjun, hewan-hewan liar seperti burung-burung beraneka warna, kera, kelelawar, ikan-ikan air tawar bermacam model.
Lintasan arung jeram juga melewati perkebunan dan pertanian warga.
Pemandangan para petani yang sedang mencangkul atau sedang mengambil air nira di atas pohon (saguer), aktivitas petambang batu Timbukar, dan anak-anak yang sedang mandi, menjadi pemandangan yang kerap menghiasi perjalanan.
Di Desa Timbukar ada beberapa pengusaha wisata arung jeram.
Kami menawarkan jalur dan waktu tempuh yang beragam. Ada jarak 3 kilometer, 5 kilometer, 7 kilometer, 10 kilometer, sampai 15 kilometer.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/arung-jeram-timbukar_20171115_025137.jpg)